Menteri Yohana Pinta Polisi Proses Hukum Pelaku Video Porno Anak di Bandung

Menteri Yohana Pinta Polisi Proses Hukum Pelaku Video Porno Anak di Bandung

BUKAMATA.CO, BANDUNG - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, meminta pihak kepolisian menindaktegas pelaku atas beredarnya video porno anak dengan perempuan dewasa di Bandung beberapa waktu lalu. Pelaku disebutkan oleh Yohana Yembise, dapat diberi sanksi tegas yaitu dijerat dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. ďKasus seperti ini bisa terjadi dimana dan kapan saja di Indonesia. Saya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus waspada terhadap segala bentuk kejahatan yang mengancam anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Terkait kasus ini saya mendorong aparat penegak hukum untuk memberi sanksi tegas bagi pelaku, tidak hanya dijerat dengan UU ITE dan UU Pornografi, namun juga UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak" tegas Yohana melalui rilis pers yang diterima Senin (16/1/2017). Dan dilanjutkan Yohana, dirinya setuju pemberian hukuman kebiri bagi pelaku, namun tidak diberikan secara langsung melainkan menjalani pidana pokok terlebih dahulu sebagai salah satu program rehabilitas sosial. Hal ini disampaikan Yohana Yembise dalam Rapat Koordinasi bersama Kapolda Jawa Barat terkait tindak lanjut Kasus Video Porno Anak di Bandung. Dikatakan Yohana, menindaklajuti kasus ini, pihaknya sudah mengirim surat kepada pihak Kedutaan Besar Kanada dan Rusia mengingat adanya indikasi keterlibatan jaringan internasional dari kedua negara dalam kasus tersebut. "Selain itu, koordinasi lebih lanjut dengan Bareskrim Polri untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas" ujar Yohana. ďKami tidak dapat bergerak sendiri dalam melindungi anak-anak dari segala macam bentuk kekerasan, perlu sinergi bersama antara Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota maupun Provinsi untuk melibatkan peran masyarakat melalui gerakan perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat, serta melakukan tindakan preventif yang dimulai dari keluarga, Ē ungkap Menteri Yohana. Dalam rapat koordinasi hari ini Menteri Yohana mengapresiasi langkah cepat Kepolisian Daerah Provinsi Jawa Barat (Polda Jabar), Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), serta Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinas PPPA) dalam mengungkap dan menangani kasus tersebut. Menteri Yohana juga menemui para pelaku dan menggali alasan pelaku melakukan tindakan kejahatan serta mengecam atas tindakan yang dilakukan pelaku. ďFaktor ekonomi menjadi alasan utama para pelaku melakukan kejahatan, hal ini tentu saja tidak dapat diterima dan akan menjadi masukan bagi pemerintah dalam menghentikan sekaligus mencegah terjadinya kasus serupa, dengan fokus pada isu utama Kementerian PPPA yaitu 3ENDS, Akhiri kesenjangan akses ekonomi bagi perempuan,Ē ungkap Menteri Yohana. Editor Rikmal Hadi

Komentar Via Facebook :