bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Jadi Bancakan Si Kaya, Repdem Bali Serukan Seluruh Rakyat Boikot Proyek Kartu Prakerja

Ayu Triana Tira, Ketua DPD-Repdem Provinsi Bali

BUKAMATA.CO, BALI - Penolakan proyek mercusuar atas nama pelatihan online pada Program Kartu Pra Kerja senilai Rp.20 triliun terus mendapat penolakan dan kecaman dari berbagai elemen masyarakat. Pasalnya disaat seluruh rakyat Indonesia sedang terancam kelaparan karena terhentinya aktifitas ekonomi karena wabah virus korona (COVID-19), pemerintah justru menawarkan kepada masyarakat belajar online sementara ketersedian pangan terabaikan.

Ditambah lagi bantuan pangan masih carut-marut kepada rakyat, justru dari total Rp.20 triliun itu ada sekitar Rp.5,6 triliun jadi "makanan gurih" 8 vendor platform digital lantaran mendapat proyek cuma-cuma ditengah wabah kelaparan.

Hal itu disampaikan Ayu Triana Tira, Ketua Dewan Pimpinan Daerah, Relawan Perjuangan Demokrasi (DPD-Repdem) Provinsi Bali, menyikapi proyek yang menurutnya adalah upaya maling duit rakyat ditengah-tengah bencana bangsa.

"DPD Repdem Bali menyerukan semua rakyat yang terdampak wabah virus korona ini, harus sama-sama menyuarakan kepada bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera menghentikan seluruh program pelatihan online tersebut, dan diganti dengan bantuan pangan kepada rakyat" tegas Tira, panggilan akrabnya.

Baca Juga : Repdem Sumsel : Proyek Kartu Prakerja, Perampokan Duit Rakyat Ditengah Bencana

Selain itu, ia juga meminta keterwakilan rakyat yang ada di parlemen untuk sama-sama mengajukan penolakan proyek kartu pra kerja tersebut.

"Kami melihat ada ketidakadilan terhadap rakyat, disaat rakyat terus dirundung kemiskinan, ada segelintir orang menikmati uang dengan jumlah fantastis tanpa harus memikirkan kondisi rakyat yang kelaparan" tukas Tira.

Untuk diketahui, duit sebanyak 5,6 triliun itu dinikmati oleh 8 vendor platform, diantaranya, Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by Ruangguru, MauBelajarApa, HarukaEdu, Pijar Mahir, Sekolah.mu, dan Sisnaker.

Menurut analisis Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) sebagaimana dikutip dari  cnbcindonesia.com, 8 startup digital yang bekerjasama dengan pemerintah berpotensi meraup untung Rp 3,7 triliun. Bila dibagi rata, masing-masing platform bisa mendapatkan Rp 457 miliar per startup.

Angka tersebut menurut INDEF, berasal dari total biaya pelatihan program Prakerja yang dianggarkan Rp 5,6 triliun. Bila dirata-ratakan, masing-masing plaftform akan mendapat Rp 700 miliar lalu dikurangi biaya pembuatan video program yang diperkirakan mencapai Rp 243 miliar. 

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait