bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

DPR RI Pertanyakan Plaform Adik Najwa Shihab Diduga Kebagian Proyek Pelatihan Online Kartu Prakerja

Najwa Shihab (Foto republika.co.id)

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Achmad Baidowi mengungkapkan dirinya mendapat kiriman capture (tangkapan layar.red) salah satu Vendor yang mendapat proyek pelatihan online Kartu Pra Kerja.

Dalam tangkapan layar tersebut tertulis "*5.Sekolahmu, CEO Marko Rasuandi, HEAD : Najeela Shihab. Keterangan Sekolah.mu berada dibawah naungan PT Sekolah Intgrasi Digital. Adapun Head of Sekolahmu adalah Najeela Shihab yang merupakan kaka dari Najwa Shihab. Selain itu dari website sekolah.mu diketahui bahwa platform ini baru diluncurkan pada Bulan Oktober 2019"

Awiek panggilan akrab Sekretaris Fraksi PPP DPR RI ini, mengunggahnya pada Sabtu 2 Mei 2020. "Ini sy dapat kiriman capture salah satu vendor kartu pra kerja. Entahlah adakah kaitan SEKOLAHMU dengan @NajwaShihab, saya nggak tahu " tulis Awiek dalam akun twitternya. 

Dia juga menjelaskan kepada Najwa Shihab bahwa lembaga DPR RI, terus bekerja dengan baik untuk membantu masyarakat dalam mengurangi beban rakyat akibat wabah virus korona (COVID-19).

"Asal mbak @NajwaShihab ketahui. Kami itu di masing-masing komisi rapat dgn pemerintah bahas penanganan covid-19, bhkn rapat ampe mlm. Belum lagi di dapil membantu masyarakat terdampak covid-19. Bukan pamer, tp kl dituding tidak mikirn covid-19, itu ndk benar " tulis dia.

Bukan hanya Awiek, Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade juga menyampaikan kritiknya kepada Najwa Shihab.

"Teman sy @NajwaShihab yg sy hormati. Kami anggota @DPR_RI terus bekerja baik di Rapat2 Virtual atau di Ruang Rapat utk terus bekerja utk Rakyat. Termasuk membantu masyarakat secara lgs di Dapil kami. Agar bisa mengurangi beban masyarakat akibat Wabah Covid 19 " kata Andre melalui akun twitternya @andre_rosiade yang diunggahnya pada Sabtu 2 Mei 2020.

Andre, masih dalam cuitannya menyarankan agar Najwa Shihab untuk bisa membantu masyarakat. Apalagi kata Politisi Partai Gerindra ini PT Sekolah Integrasi Digital mendapatkan penunjukan proyek Kartu Pra Kerja.

"Saran sy sbg Sahabat, @NajwaShihab juga bisa lgs membantu rakyat. Apalagi ada informasi diduga start up SEKOLAHMU yg berada di bawah PT. Sekolah Integrasi Digital mendptkan Penunjukkan proyek Kartu Prakerja. Dimana diduga SEKOLAHMU punya hubungan dgn @NajwaShihab " tulis Andre.

"Seandainya dugaan ini benar. Bahwa SEKOLAHMU mendapatkan Penunjukkan Langsung Proyek Kartu Prakerja, tentu keuntungannya bisa dipakai membantu masyarakat yg terdampak Wabah Covid 19. Apalagi Proyek ini ada krn adanya Wabah Pandemi Covid 19 " tulisnya lagi.

Berdasarkan penelusuran redaksi, kritik dua anggota legislatif ini dilontarkan kepada Najwa Shihab lantaran presenter itu sebelumnya dalam video diunggah di kanal YouTube-nya, menyindir DPR yang bersemangat membahas RUU Omnibus Law, RUU KUHP, RUU Pemasyarakatan, ketimbang penanganan COVID-19.

Terkait proyek pelatihan online itu, untuk diketahui, bahwa terdapat delapan platform digital yang bekerja sama dengan pemerintah sebagai mitra program Kartu Prakerja.

Dimana, kedelapan platform tersebut adalah Tokopedia, Ruang Guru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan Kemnaker.go.id.

Delapan platform online yang ditunjuk pemerintah itu nantinya sebagai mitra pelaksana pelatihan kartu prakerja mengelola anggaran sebesar Rp 5,6 triliun.

Dan ketika ditelusuri dari website resmi Sekolahmu, Najeela Shihab, kakak Najwa, merupakan Head of Sekolahmu. Sekolahmu, satu diantara delapan platform pelaksana pelatihan kartu prakerja.

Baca Juga : Jadi Bancakan Si Kaya, Repdem Bali Serukan Seluruh Rakyat Boikot Proyek Kartu Prakerja

Dan mirisnya lagi aplikasi tersebut baru dibuat 6 bulan yang lalu atau persisnya dilaunching saat Temu Pendidik Nusantara 2019, Jakarta, 25-27 Oktober 2019.

Sebelumnya diberitakan berdasarkan analisis Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) sebagaimana dikutip dari  cnbcindonesia.com, 8 startup digital yang bekerjasama dengan pemerintah berpotensi meraup untung Rp 3,7 triliun. Bila dibagi rata, masing-masing platform bisa mendapatkan Rp 457 miliar per startup.

Angka tersebut menurut INDEF, berasal dari total biaya pelatihan program Prakerja yang dianggarkan Rp 5,6 triliun. Bila dirata-ratakan, masing-masing plaftform akan mendapat Rp 700 miliar lalu dikurangi biaya pembuatan video program yang diperkirakan mencapai Rp 243 miliar. 

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait