bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Aktifis Anti Korupsi di Kabupaten Banyuasin Desak APH Usut Tuntas Penggelapan Duit untuk Sejahterakan Petani

Ilustrasi (Foto internet)

BUKAMATA.CO, SUMSEL - Aparat Penegak Hukum (APH) diminta untuk mengusut tuntas terkait dugaan penyalahgunaan dana di dalam program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani). Dimana ada dugaan penyelewengan dana dengan modus pinjaman diduga dilakukan oknum yang menjabat sebagai Ketua Unit Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPKK) berinisial AO bersama oknum Bendaharanya berinisial AMR di Desa Upang Mulia Kecamatan Makarti Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

"Selama ini kalau pak AMR ditanya oleh oknum aparat hukum selalu menyudutkan pak kades, masalah dana SERASI, saya tidak tahu karena saya cuma mendatanganinya saja yang meminjam dana itu sebenarnya Ketua UPKK pak AO dan Bendaharanya pak AMR, yang ditanya selama ini selalu pak kades dikambinghitamkan pak AMR." ungkap narasumber yang tidak mau menyebutkan namanya ini, Sabtu (9/5/2020).

Masih menurut keterangan sumber yang sama, sampai sejauh ini baru AO yang sudah dipanggil oknum aparat hukum.

"Pak AO jujur aku yang ngambil uang satu miliyar, saya tidak tahu pak untuk apa uang itu, sudah di periksa semua itu pak. ada (bukti percakapan) WA nya pribadi pak kades, bunyinya pak AO itu sudah dipanggil oleh oknum aparat hukum lalu dia mengakui satu miliyar itu dia yang mengambilnya dan juga siangnya WA ke hp aku pak AO jual tanah untuk menutupi oknum aparat hukum " jelasnya.

"Aku jawab tanah yang dijual sebelah mana sebelah Sule Parit 8 Upang Mulia selama ini aku dijelekan, nah pak AO menjelekan pak kades didepan oknum aparar hukum, uang satu miliyar dipakai sama AMR. pak kades marah-marah selalu pak kades dikambinghitam pak AMR. aku tidak tahu menahu soal uang itu sudah aku diserahkan dengan pak AMR, aku cuma tanda tangani saja tetapi aku terus yang selalu ditanyai oleh oknum aparat hukum " ungkap sumber itu.

Dikatakan sumber tersebut, uang pemasukan dan pengeluaran dicatat semua oleh Kades Upang Mulia, catatan penggunaan keuangan tersebut sudah diambil oleh oknum aparat hukum untuk barang bukti.

"AO jual sawah yang di parit 8 Upang Mulia untuk menyuap oknum-oknum aparat agar permasalahan ini tidak menutup kemungkinan selesai menurut pak AO." Ungkapnya.

Sementara itu, Samsuri Aktifis anti korupsi mengatakan menurut undang-undang No 31 tahun 1999 pasal 2 ayat (1) setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidanakan dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dan denda paling sedikit 200 juta.

Untuk itu, dia berharap agar kasus tersebut diusut tuntas dan diseret pelakunya hingga ke pengadilan.

Selain itu juga kata dia, pihak Dinas Pertanian, Pemerintah Kabupaten Banyuasin juga harus mengevaluasi adanya dugaan tersebut.

"Dan aparat penegak hukum harus bertindak tegas adanya indikasi dugaan tersebut, mengingat progam serasi tersebut sudah serah terima dan sudah berdampak hukum "tegasnya.

Sementara itu, Zainuddin Kadis Pertanian Kabupaten Banyuasin menyatakan bahwa proyek dalam Program SERASI itu sudah selesai pengerjannnya.

"kalo tidak salah ingat saya, menurut laporannya, pekerjaan SERASI disana sudah selesai. Mengenai pinjam meminjam uang kita perlu cari info yang valid., Narasumber nya harus jelas supaya kita bisa konfirmasi juga kebenaran keterangan dari yang bersangkuta. Saya tidak mau su'udzon menuduh sebelum jelas betul infonya. Apalagi bila pekerjaannya sudah rampung " ungkap Zainuddin kepada bukamata.co Sabtu (9/5/2020) malam itu.

Tags :PetaniRawa
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait