bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

PKS Nilai Sengkarut Penanganan COVID-19, Bukti Presiden Jokowi Tidak Tegas Memimpin Bawahannya

Suryadi Jaya Purnama, Anggota Komisi V DPR RI

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Banyaknya masalah yang timbul dalam penanganan pandemi virus korona (COVID-19), mulai dari aspek kesehatan berupa keterbatasan sarana kesehatan dan Alat Pelindung Diri (APD), kekacauan dalam pengelolaan transportasi yang mangatur pergerakan orang dan barang termasuk, juga dalam pembagian bantuan sosial yang amburadul, menunjukkan ketidakmampuan presiden dalam memberikan arahan dan manajemen penanganan krisis.

Hal itu disampaikan, Suryadi Jaya Purnama, Anggota  Komisi V DPR RI, menyikapi carut-marut pelaksanaan penanganan COVID-19 di berbagai daerah kepada bukamata.co, dalam keterangan pers nya, Rabu (13/5/2020).

Apalagi kata Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menunjuk Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 dari pejabat setingkat eselon I yang tentu tidak memungkinkan untuk mengkoordinir pejabat yang diatasnya.

"Masalah pertama yang muncul adalah kesalahan dalam struktur Satgas Penanggulanagn COVID-19, yang seharusnya dipimpin oleh seorang menteri, tapi justru dipimpin oleh eselon I, yaitu kepala Badan. Secara struktur sudah tidak mungkin mengkoordnir banyak kementerian yang berada diatasnya " tegas Suryadi.

Belum lagi kata Suryadi, adanya arahan presiden yang sering membingungkan. Dicontohkan Suryadi salah satunya pernyataan larangan mudik tapi, kata dia disatu sisi Kepala Negara justru membolehkan pulang kampung.

"Melarang TKI pulang tapi menerima TKA China, mengajak perang dengan corona, sekaligus mengajak damai " terangnya.

Dan tegas Suryadi, bukan itu saja namun banyak lagi kegaduhan yang menunjukkan miskoordinasi antar kementerian dan lembaga dalam penanganan COVID-19 ini.

"Oleh karena itu kita meminta agar presiden segera merombak struktur Satgas dan memperbaiki kebijakan dengan memperhatikan masukan para pakar terutama pakar kesehatan dan masukan tokoh-tokoh yang memiliki integritas, bukan masukan para investor asing yang mencari keuntungan sesaat ditengah bencana " tegasnya.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait