bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Ini 11 Menteri Harus Dibuang Jokowi, Lantaran Bikin Gaduh dan Miskin Kinerja 

Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Selama krisis pandemi virus korona (COVID-19) ini, para pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) disoroti. Para pembantu yang diberi jabatan "mewah" tersebut dinilai sering membuat gaduh selama masa pandemi COVID-19 ini, bahkan ada yang dinilai miskin kinerja tanpa memberikan bantuan berarti dalam pemerintahan Presiden Jokowi untuk segera mengatasi krisis selama wabah penyakit tersebut.

"Reshuffle kabinet harus segera dilakukan Presiden Jokowi, jika pemerintah ingin berlari kencang seiring diterapkannya konsep New Normal. Konsep dan slogan new normal hanya omong kosong belaka jika menteri-menteri kabinet Jokowi tetap loyo " ungkap Neta S Pane, Ketua Ind Police Watch, Rabu, 27 Mei 2020 kepada bukamata.co.

Selain itu juga, kata Neta, harapan Jokowi dinilai gagal total untuk memunculkan terobosan baru di pemerintahan periode keduanya dengan menempatkan anak-anak muda milenial di kabinet.

"Tak ada satu pun terobosan baru dari para menteri Jokowi di tengah pandemi COVID19. Semua seakan ngumpet mengikuti "perintah di rumah saja", padahal dalam kondisi pandemi Covid19, Jokowi perlu pemikiran-pemikiran yang bisa membantunya dengan maksimal. Minimal membuat konsep terobosan di bidangnya masing masing dan begitu wabah Covid19, kementeriannya bisa berlari kencang " kritik Neta.

Selama masa krisis korona ini, para pembantu-pembantu Presiden Jokowi itu, tegas Neta, jika tidak "bersembunyi", dan sebagian lagi para menterinya justru membuat hal-hal kontroversial sehingga memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Berangkat dari masalah tersebut, dikatakan Neta, sedikitya ada 11 menteri Jokowi yang patut "dicampakkan".

Pertama ungkap Neta, Yasonna Laolly, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), dia dinilai pihak yang telah membuat kegaduhan. Lantaran melepaskan ribuan Napi dengan dalih mencegah penularan COVID-19.

Kemudian Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, dan Menteri Pariwisata, Wisnuhutama, kedua pembantu Presiden Jokowi ini, dinilai miskin kinerja.  Mereka berdua hingga saat ini tak terdengar langkah dan suaranya dalam mengatasi krisis selama virus korona.

Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan, pembantu presiden satu ini dinilai gagal.  "Untuk mengatasi mafia perdagangan gula saja tak berdaya" ujar Neta.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Ida Fauziyah. Dia justru mengizinkan TKA asal China masuk ke Indonesia ditengah pandemi Covid-19.

Juliari Peter Batubara, Menteri Sosial (Mensos), dia dinilai tak mampu mengkoordinasikan penyaluran Bansos.

Jhony G. Plate Menteri Kominfo, pembantu presiden satu ini dnilai tak jelas kiprahnya di tengah kebingungan Jokowi menghadapi pandemi Covid19.

Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan, ia tak muncul selama pelarangan mudik bisa jadi karena persoalan kesehatan lantaran pernah menjadi pasien COVID-19.

Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian dinilai tak terdengar kiprahnya. "Erick Thohir, Menteri BUMN, tidak jelas fungsi dan kontribusinya dalam membangun BUMN sebagai daya dukung ekonomi di tengah pandemi Covid19 " kata Netas.

Kemudian Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dia dinilai selalu memunculkan kontroversial yang memicu kegaduhan.

Untuk itu lah kata Neta, kondisi pandemi Covid19 ini, harus menjadi momentum bagi Jokowi untuk mengevaluasi para menteri-menteri diatas tersebut.

"Agar ke depan bersamaan dengan diterapkannya New Normal pemerintahan Jokowi bisa berlari kencang membangun negeri ini " tutup dia.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait