bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Repdem Sebut Stafsus Presiden Jokowi Penipu Sesat, Ini Penyebabnya

Abe Tanditasik, aktifis Repdem

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Abe Tanditasik, aktifis, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) mengecam keras pernyataan Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia. Pernyataan Angkie dinilai menyesatkan dan tidak berdasar alias asal ngomong.

Dimana, sebelumnya Angkie memastikan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik seperti yang dikeluhkan oleh sejumlah masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. 

Dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari media cnbcindonesia.com, Selasa (9/6/2020), lonjakan tarif listrik terjadi disebabkan karena konsumsi yang jauh lebih banyak saat masyarakat lebih sering beraktivitas di rumah.

"Jelas itu menipu rakyat dan menyesatkan. Sebanyak-banyaknya di rumah, apa yang bertambah?. Paling hanya baterai ponsel dan komputer. Ini ada tukang las di Malang naiknya sampai 10 kali lipat !. Kami curiga ini ada permainan bancakan. Maling! Stafsus Milenial itu sudah tidak bisa dipercaya " tegas Abe geram kepada bukamata.co, Rabu (10/6/2020).

Bahkan kata Abe, pernyataan Angkie itu apakah sudah melalui survei ke lapangan dan melakukan konfirmasi ke masyarakat. "Apa berani PLN mengadu data stand meter jika benar tidak ada permainan?" tegas Abe.

Dikatakan Abe, untuk membantah pernyataan Angkie itu, saat ini Repdem sedang mengumpulkan data korban asal tembak PLN ini.

"Jika ditemukan bukti adanya permainan, masyarakat berhak mengajukan class action dan mengadukan secara pidana setiap orang yang terlibat dalam permainan ini. Itu stafsus milenial jangan suka bikin onar dengan pernyataan yang tidak terkonfirmasi di masyarakat " tegasnya.

Karena kata Abe, Repdem berkaca dari kasus sebelumnya (ruangguru) salah satu vendor yang mendapat proyek kartu pra kerja. Dimana vendor tersebut dimiliki oleh  Staff Khusus Presiden Adamas Belva Syah Devara. 

"Jika berkaca dari kasus ruangguru itu saja tidak bisa disalahkan kalau masyarakat resah dan berkesimpulan kalau kalian anak muda doyan bancakan!" tutup Abe.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait