bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Investasi Emas di Pengadaian Naik Hingga Rp 1 Juta per Gram

Foto: Internet

BUKAMATA-JAKARTA - Harga emas Pegadaian seberat 1 gram cetakan Antam hari ini, Rabu (8/7),  naik Rp 8.000 atau 0,84% ke level Rp 958.000/gram. Padahal harga emas produksi Antam tercatat stagnan. Pada perdagangan Selasa kemarin (7/7/2020) harga emas Pegadaian naik Rp 4.000 atau 0,42% ke Rp 950.000/gram. Khusus yang berat 0,5 gram emas  hari ini, menguat 0,20% atau Rp 1.000 di level Rp 509.000 setelah naik 0,40% atau Rp 2.000 dari harga sebelumnya di Rp 506.000 pada hari Senin kemarin.

Sementara untuk harga emas ukuran 100 gram di Pegadaian hari ini juga terpantau meningkat sebesar 0,34% berada di Rp 91,337 juta dari harga Selasa yakni Rp 91,031 juta per batang. Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas cetakan Antam di Pegadaian hari ini juga naik 0,32% atau Rp 3.000, ditetapkan pada Rp 933.000/gram, dari posisi kemarin Rp 930.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Pegadaian jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Pembelian logam mulia ini dapat dilakukan dengan cara tunai (cash), kredit dan arisan di Gerai Pegadaian. Harga hampir sama dengan pasaran, hanya saja pegadaian memberikan harga pembelian kembali (buyback) yang lebih tinggi dari pasaran. Selain memanfaatkan emas Antam, tabungan emas di Pegadaian juga menggunakan emas cetakan PT UBS.

Harga emas batangan per 1 gram cetakan UBS hari ini berada di Rp 943.000/gram, sementara untuk yang 100 gram di Rp 90,419 juta per batang.

Kenaikan harga emas Pegadaian cetakan Antam tersebut seiring dengan naiknya harga emas dunia di pasar spot pada penutupan perdagangan Selasa kemarin (Rabu pagi waktu Indonesia) sebesar US$ 10,7 atau 0,6% pada US$ 1.794,26/oz, melansir dari Refinitiv.Sementara harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus berakhir naik US$ 16,40 atau sekitar 0,9% pada US$ 1.809,90/oz, finish terbaik sejak 16 September 2011.

Harga emas dunia bergerak lebih tinggi dan mencatatkan penutupan terbaiknya dalam kurun hampir sembilan tahun karena investor bergegas lari ke aset safe haven di tengah ketidakpastian tentang laju pemulihan ekonomi akibat pandemi virus corona.(CNBCIndonesia.com)

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait