bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Minggu ke II Juli, Ekonomi Indonesia Mengalami Inflasi HIngga 0,04 persen

Foto: Internet

BUKAMATA-JAKARTA -Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran COVID-19, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik.

Indikator dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi dimana perkembangan nilai tukar rupiah periode 6 sampai 9 Juli 2020, pada hari Kamis (09/07) rupiah ditutup pada level Rp.14.325 per dolar AS. 

Dan pada pagi hari Jumat (10/07) rupiah dibuka pada level Rp.14.350 per dolar AS. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga minggu II, Juli 2020 inflasi Juli diperkirakan sebesar 0,04% (mtm). Dengan perkembangan tersebut perkiraan inflasi Juli 2020 secara tahun kalender sebesar 1,13%(ytd), dan secara tahunan sebesar 1,69%(yoy), seperti dikutip oleh BUKAMATA.co dari situs resmi www.bi.go.id pada Sabtu (11/07).

Penyumbang inflasi berasal dari komoditas telur ayam ras, daging ayam ras, emas perhiasan, rokok kretek filter besar. Sementara komoditas penyumbang deflasi yakni bawang merah, bawang putih, jeruk dan gula pasir. Serta komoditas lainnya seperti cabe merah, rawit, minyak goreng, daging sapi dan angkutan udara.

Sementara itu aliran Modal Asing pada Minggu II Juli 2020, berdasarkan data transaksi 6-9 Juli 2020. nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp3,32 triliun, dengan beli neto di pasar SBN sebesar Rp3,54 triliun. dan jual neto di pasar saham sebesar Rp0,22 triliun.
 
"Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," ucap Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko dalam siaran persnya.*


 

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait