bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Calon Kepala Daerah Jagoan PDI Perjuangan Sekolah Lagi, Dibekali Ilmu Geopolitik

Ketua Umum PDI Perjuangan Hajjah Megawati Soekarnoputri bersama Sekjen DPP, Hasto Kristiyanto

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, menyatakan partai berlambang banteng moncong putih itu meyakini bahwa berbagai persoalan ideologi bangsa Indonesia terhadap adanya kelompok kecil yang anti Pancasila namun bersuara lantang di sosmed tidak terlepas dari persoalan geopolitik dan pertarungan ideologi trans nasional dengan Pancasila.

Dan hal itu kata Hasto, sudah ditegaskan oleh Bung Karno, selaku penggali Pancasila,  sejak awal pentingnya ilmu geopolitik. Sehingga satu pemahaman bahwa Indonesia sebagai satu bangsa, yang memiliki perasaan senasib, satu cita-cita, satu kehendak, dan satu jiwa yang melekat erat dengan tanah airnya sebagai satu kesatuan.  "Pemahaman geopolitik ini penting diajarkan dalam sekolah calon kepala daerah Partai”  tegas Hasto dalam keterangan pers yang diterima bukamata.co, Selasa 20 Juli 2020.

Dan untuk itulah terang Hasto, setiap calon kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan maju pada setiap kontestasi Pilkada Serentak diwajibkan untuk mengikuti sekolah politik yang salah satunya akan dibekali Ilmu Geopolitik tentang ke Indonesian ini. Karena terang Hasto, kesadaran geopolitik menempatkan Indonesia sebagai titik temu peradaban lantaran terletak diantara dua benua dan dua samudera.

“Kesadaran geopolitik yang didukung oleh pemahaman sejarah peradaban umat manusia tersebut yang melahirkan pemikiran kemerdekaan Indonesia untuk membangun persaudaraan dunia, tamansarinya dunia. Disitulah Pancasila hadir sebagai ideologi dunia, karena berbeda dengan marxisme-komunisme dan kapitalisme- liberalisme saat itu. Kedua ideologi tersebut mengandung benih-benih imperialisme kolonialisme, sementara Pancasila bertujuan membangun persaudaraan dunia. Hal yang sama juga berlaku untuk globalisasi yang mendorong fundamentalisme pasar, dan fundamentalisme agama, sebagai trans nasional ideologi yang tidak sesuai dengan Pancasila” papar Hasto.

Karena itulah terang Hasto, Pancasila sebagai ideologi dunia sangat relevan dalam realitas terjadi krisis di Timur Tengah, ketegangan di Laut China Selatan, dan krisis akibat pandemi Covid-19.

“Di dalam menghadapi covid maka rasa berketuhanan, berperikemanusiaan, rasa senasib, hasrat untuk solider dan bergotong royong serta berbela rasa dalam kehidupan yang berkeadilan benar-benar dibutuhkan” ujar dia.

Selain itu juga, pembumian Pancasila dengan demikian tidak hanya kedalam, diperlukan cara pandang keluar, outward looking tentang Indonesia bagi dunia. “Itulah yang digelorakan oleh PDI Perjuangan dalam proses kaderisasi kepemimpinan” tutup Hasto.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait