bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Ketum PDI Perjuangan Resmikan 20 Kantor Partai, Atas Nama Partai, Serentak Secara Daring

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Hajjah Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan, meresmikan 20 kantor partai berlambang banteng moncong putih tersebut secara virtual. PDI Perjuangan terus memastikan proses transparansi dan akuntabilitas di dalam pengelolaan aset Partai.

“Pada hari ini Ketua Umum, PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, akan meresmikan 20 kantor Partai yang tersebar di seluruh Indonesia. Seluruh kantor yang akan diresmikan secara daring tersebut diatasnamakan DPP Partai, menjadi bagian dari aset Partai yang bersifat tetap dan tidak boleh diperjualbelikan. Penataan aset Partai ini penting sebagai komitmen terhadap tranparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset Partai” kata Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dalam keterangan pers yang diterima bukamata.co, Selasa 22 Juli 2020.

Dikatakan Hasto, kantor partai itu adalah rumah rakyat. “Sesuai tradisi yang dulu dilakukan Bung Karno maka Partai melakukan hal yang sama. Setiap hari Rabu dijadikan sebagai hari Partai untuk melakukan pendidikan politik dan kaderisasi. Hari Sabtu merupakan hari Partai yang difokuskan untuk turun dan menyatu dengan rakyat. Kantor Partai adalah rumah rakyat. Seluruh kebijakan strategis digodok di Kantor Partai melalui Rapat Partai” terang dia.

Hasto juga menerangkan bahwa seluruh Kantor Partai tersebut dibangun dengan cara gotong royong.

“Kalau PDI Perjuangan berbicara tentang perasan Pancasila adalah gotong royong, maka hal tersebut muncul karena kepribadian bangsa yang suka tolong menolong. Gotong royong itu dinamis, kerja bersama dengan memikul tanggung jawab untuk kepentingan dan tujuan bersama. Ringan sama dijinjing berat sama dipikul. Jadi yang mengatakan perasan Pancasila itu gotong royong lalu dianggap mengganti Pancasila itu sama tidak memahami esensi gotong royong yang hidup di tengah rakyat " urai dia. 

Pancasila itu, tegas Hasto, sudah final dan termaktub dalam Preambule Pembukaan UUD NRI tahun 1945.

Jadi, lanjut Hasto, tidak bisa diubah karena berlaku sebagai falsafah dasar, ideologi negara, dan jiwa bangsa sehingga tidak bisa diganti, terlebih lagi terangnya lagi, Pancasila telah hidup dan menjadi karakter bangsa.

"Gotong royong bersifat spontan, dan tumbuh dalam kehidupan sehari-hari rakyat. Di dalam gotong royong itulah kita merasakan bagaimana nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan bekerja, demikian halnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ” ujarnya.

"Indonesia bangga karena berdasarkan penelitian PBB, gotong royong di Indonesia itu paling hebat " tutupnya.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait