bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Diduga Mal Praktik, Keluarga Korban di Banyuasin ini Tunggu Niat Baik Bidan E

Lhana bersama bayinya usai operasi Caesar di RS Kota Palembang

BUKAMATA.CO, BANYUASIN - Seorang pasien di perumahan Mega Asri II, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, merasa dirugikan karena ulah seorang Bidan berinisial E. Jika tak ada tindaklanjut medis dalam proses melahirkan dari pihak Rumah Sakit, korban bisa menemui maut.

Hal itu diungkapkan oleh Febriansyah suami dari Lhana, pasien yang menjadi korban dari Bidan E.

Diungkapkan Febriansyah, ketika itu istrinya Lhana pada, Senin, 20 Juli 2020 dibawa ke klinik terdekat milik Bidan E karena perut pasien terasa sakit. Dan ketika itu langsung ditangani dan diperiksa oleh Bidan E.

"Kata bidan menjelaskan pada keluarga belum ada pembukaan/kontraksi dan keadaan bayi dan ibunya sehat-sehat saja,” tuturnya.

Saat itu, kata Febriansyah, Bidan E langsung mengambil tindakan perawatan terhadap si pasien Lhana. Dan tanpa koordinasi dan persetujuan dari keluarga pasien bidan E langsung memasang infus kepada Lhana. "Karena kata bidan E si pasien sudah bukaan 8 " ucap nya.

Lebih lanjut, terang Febriansyah lagi, kakak pasien juga seorang bidan sehingga ia mengerti tentang proses melahirkan. Ketika itu, tutur Febriansyah, kakaknya sempat keberatan dengan ulah Bidan E, karena kondisi Lhana kesakitan saat itu.

"Aku tanya sama bidan kenapa ada infus, jawab bidan untuk penahan bukaan itu kata bidannya,” kata kakak korban dituturkan Febriansyah.

Sementara itu, Bidan E saat dikonfirmasi di kliniknya malam itu, membantah jika dirinya melakukan pemaksaan terhadap tindakan medis kepada pasien.

"Kalau pemaksaan-pemaksaan dari mana, dan kalau sudah selesai balik lah minta tolong sama suaminya minta carikan gojek, dan obat tahan mules itu ada, kalau dia tidak sakit tidak kontras tidak nambah bukaan,” ucapnya.

Lantas karena kasihan melihat adiknya terus mengerang kesakitan, akhirnya kakak dan keluarga pasien memutuskan membawa Lhana ke rumah sakit.

"Tapi saat itu bidan E menghalangi untuk ke rumah sakit karena kata bidan E pasien sudah bukaan 8 tipis dan bahaya kalau dibawa ke rumah sakit " tutur Febriansyah.

Tapi, lanjut Febriansyah, pihak keluarga tetap pada pendiriannya, saat itu juga Lhana langsung di bawa ke Rumah Sakit Ar Rasyid KM 7 Palembang karena tak tega melihat pasien kesakitan.

Setelah sampai di IGD langsung ditangani dan diperiksa oleh petugas kesehatan rumah sakit. "Pihak petugas mengatakan bahwa si pasien baru bukaan 4 kata petugas " terang Febriansyah.

Selain itu kata Febriansyah, jelas kalau menurut SOP Kebidanan yang harus mengantarkan pasien ke rumah sakit itu ialah bidan yang mananganinya.

"Tapi sangat disayangkan bidan E tidak mengantarkan dan ia malah memerintahkan mahasiswa kebidanan yang sedang praktek di kliniknya " ungkapnya

.Dan terangnya lagi, selang beberapa jam sekira jam 7 malam hasil LAB dari rumah sakit Ar Rasyid menyebutkan bahwa, jika air ketuban pasien hampir kering menurut keterangan dokter.

Dan Dokter, lanjut Febriansyah, juga menjelaskan sebenarnya kehamilan si pasien baru 35 Minggu sedangkan yang normalnya maksimal 40 Minggu.

"Jadi untuk menyelamatkan sang ibu dan bayi dokter harus lakukan operasi Caesar kalau tidak ditangani dengan cepat si bayi tidak bisa diselamatkan karena air ketuban nya sudah kering dan ketubannya sudah di diamkan dari jam 3 sore,” tuturnya.

Menyikapi kejadian tersebut, pihak keluarga kata Febriansyah, menunggu sudah hampir tiga hari untuk meminta pertanggungjawaban dari Bidan E.

"Tapi sampai saat ini bidan tersebut tidak punya etika dan lepas tanggungjawab terhadap pasiennya, untuk itu pihak keluarga akan menempuh jalur hukum dan melaporkan ke pihak berwajib terkait diduga adanya malapraktik di klinik Bidan E " kata Febriansyah.

Karena, kata Febriansyah, dengan adanya dugaan Malpraktek oknum bidan E terhadap istrinya Lhana dirinya meminta pertanggungjawaban.

"Sebab perbuatan oknum bidan yang telah membahayakan dan akan mengakibatkan menghilangkan nyawa seorang atau istri saya dan bayi tersebut, bilamana Bidan tersebut tidak niat baik, masalah tersebut dibawah ke ranah hukum" tutupnya.

Tags :Bidan
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait