bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Kasus Korupsi Bengkalis, Kasmarni Berpeluang Jadi Tersangka Seperti Amril Mukminin

Raja Adnan Direktur Eksekutif Indonesia Monitoring Development

BUKAMATA.CO, PEKANBARU - Raja Adnan Direktur Eksekutif Indonesia Monitoring Development (IMD) menyatakan, tidak ada alasan bagi KPK tidak memproses kasus hukum Kasmarni, bini tersangka kasus korupsi Bupati Bengkalis non aktif Amril Mukminin terkait aliran dana sebesar Rp 23,6 milyar ke dalam rekeningnya dari dua orang pengusaha sawit. Apa lagi dalam statusnya sebagai ASN. Menurut Raja Adnan,  aparat harus proaktif  mengusut  tindak pidana tersebut.

"Tidak ada alasan Kasmarni tidak di proses hukum, jika hal tersebut tidak diproses segera maka kita patut menduga penyidik kasus tersebut telah kecipratan uang korupsi dari Kasmarni," kata Raja Adnan kepada bukamata.co, Sabtu malam (25/7/2020).

Menurut Raja Adnan, jika melihat fakta persidangan besar kemungkinan Bakal Calon Bupati Bengkalis tersebut akan jadi tersangka.

Sebagai mana diberitakan, dalam sidang pertama kasus korupsi Amril Mukminin dua pekan lalu. Amril Mukminin, dalam dakwaan jaksa, diduga menerima suap Rp5,2 miliar dan istrinya Kasmarni Rp23,6 miliar. Uang tersebut berasal dari dua pengusaha sawit baik diterima secara tunai mapun melalui rekening pribadinya.

Sidang itu berlangsung secara virtual, yang mana Amril dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tonny Franky Pangaribuan SH berada di gedung Merah Putih Jakarta sementara majelis hakim berada di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, Kamis (25/6).

Dalam dakwaannya, JPU menjelaskan sepak terjang Amril Mukminin dalam pusaran dugaan korupsi gratifikasi, bahkan saat dirinya masih menjabat sebagai anggota DPRD Bengkalis dua periode hingga Bupati Bengkalis di awal 2016. Jumlahnya mencapai puluhan miliar yang diterima secara bertahap.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait