bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Jumat Ditolak Penyidik, Repdem Riau Senin Depan Kembali Laporkan Mantan Wabup Kampar ke Polda Riau

Kader Repdem saat menunjukan bukti tangkapan layar ujaran kebencian diduga dilakukan Mantan Wabup Kampar Jumat, 11 September 2020

BUKAMATA.CO, PEKANBARU - Nurul Hadi, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah, Relawan Perjuangan Demokrasi (DPD-Repdem) Provinsi Riau memastikan akan kembali melaporkan mantan Wakil Bupati Kampar, Ibrahim Ali ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda setempat.

Pasalnya pada, Jumat pagi, 11 September 2020, pihak penyidik Ditreskrimsus Polda Riau menolak laporan dari kader Repdem dengan dalih harus pelapor dalam hal ini, Arteria Dahlan yang melaporkan langsung atas perbuataan Ibrahim Ali.

Baca Juga : Akibat Mulut Mantan Wabup Kampar Ibrahim Ali, Berujung Laporan ke Polisi

"Pada Jumat siang itu. (11/9) kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan di DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau selaku induk organisasi Repdem, kemudian juga kami menelepon langsung ke Bang Arteria Dahlan terkait upaya hukum tersebut Alhamdulillah kami mendapat dukungan, dan kami memutuskan bahwa Senin pekan depan, 14 September 2020 kami akan kembali ke Polda Riau melaporkan saudara Ibrahim Ali " ungkap Nurul Hadi kepada bukamata.co, Sabtu pagi, 12 September 2020.

Ibrahim Ali, kata pemuda asal Kabupaten Kampar ini akan dilaporkan sesuai pasal 27 ayat (3) UU ITE yang merujuk pada Pasal 311 KUHP dengan ancam hukuman penjara 4 tahun kurungan.

Upaya hukum yang dilakukan Repdem Riau ini kata Hadi sebagai bentuk sebagai warga negara yang taat aturan. "Selain itu juga supaya ujaran-ujaran kebencian serta fitnah terhadap PDI Perjuangan tidak membabi buta, karena jika dibiarkan, para pembenci ini semakin mengangkangi hukum yang ada " papar Hadi.
 
Repdem Riau sendiri kata Hadi, menyayangkan perbuatan Ibrahim Ali karena terlapor semestinya jadi tauladan masyarakat lantaran mantan pejabat daerah tetapi justru membuat kata-kata yang tak pantas di ruang publik.
 
Apalagi lanjut Hadi ujaran kebencian itu jelas-jelas disampaikan kepada kader DPP PDI Perjuangan, Arteria Dahlan yang juga anggota Komisi III DPR RI. Repdem kata Hadi selaku organisasi sayap PDI Perjuangan merasa terpanggil dan wajib melakukan upaya hukum jika perbuatan yang dituduhkan menjurus unsur SARA. 

Informasi yang berhasil dihimpun, sebagaimana data yang diterima dalam tangkapan layar grup Whatsapp bernama Majelis Rakyat Riau (MRR) Ibrahim Ali menanggapi berita klarifikasi bantahan Arteria Dahlan soal tuduhan PKI, dikirim oleh anggota grup tersebut. 
 
Didalam grup tersebut, Ibrahim melayangkan kata-kata kotor dalam grup .  "Kakek pendiri PKI cucu jadi anjing PKI," demikian bunyi pesan yang dikirimkan oleh bekas pejabat daerah Kampar itu dengan nomor ponsel 0812-70-****.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait