Kata Pak Tito Serba Online, 4 Hari Warga Banyuasin ini Tidur di Emperan Toko, Tertipu Layanan KTP El dan KK

Kata Pak Tito Serba Online, 4 Hari Warga Banyuasin ini Tidur di Emperan Toko, Tertipu Layanan KTP El dan KK

Minan bersama istrinya kepada wartawan menunjukan berkas KTP dan KK nya Kamis (1/10/2020)

BUKAMATA.CO, BANYUASIN - Pemerintah Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang sebelumnya mendapat penghargaan pelayanan terbaik dari pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ternyata bertolak belakang dengan kenyataannya. Pasalnya warga di daerah setempat harus tidur di emperan toko selama 4 hari hanya untuk mengurus Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik.    

Dimana KK dan KTP el itu sebagai syarat untuk mencairkan bantuan pemerintah melalui Badan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. 

Hal itu dialami oleh Minan bin Miran 48 tahun warga Desa Penuguan Kecamatan Selat Penuguan Kabupaten Banyuasin Sumsel.

Kepada wartawan pada, Kamis, (1/10/2020) Minan menuturkan bahwa ia sudah 4 hari bermalam di emperan Kuliner Pangkalan Balai menunggu KTP dan KK nya selesai.

Menurut Minan, ia hendak mengurus pencairan BPJS Ketenagakerjaan milik istrinya yang bekerja di PT Hindoli atas nama Sani 38 tahun binti Sarbiah.

Saat di kantor BPJS Ketenagakerjaan dirinya diminta membawa KTP dan KK yang sudah Online. Namun ia terkejut karena KTP dan KK yang dicetak di UPTD Disdukcapil Kecamatan Selat Penuguan ternyata tidak Online.

"Saat ditanyakan di Kepala UPTD Kecamatan Selat Penuguan saya disuruh kembali ke Disdukcapil Kabupaten Banyuasin menemui orang bernama Marhun operator disana namun sampai di Disdukcapil tidak bisa ditemui dan ditelepon berkali-kali tidak pernah di angkat, lalu ke bagian Pelayanan bertemulah dengan Pak Samsul datang disana bukannya dilayani malah diusir keluar dengan begitu kasarnya dan disuruh pulang," ungkapnya

"Kami  sangat kecewa sekali dengan Pelayanan di Capil Pangkalan Balai ini, kami kan orang bodoh pak nggak ngerti apa-apa harusnya diberi petunjuk dan dilayani dengan ramah bukan untuk diusir layaknya hewan, kami akan bertahan sampai besok hari Jum'at (hari ini (2/10/2020) diemperan kuliner ini untuk menunggu KTP dan Kk online, karena uang kami sudah habis tinggal 50 ribu lagi untuk biaya ongkos pulang pergi, makan dan minum selama disini, terakhir jual HP Android seharga Rp 200 ribu untuk biaya makan dan minum kami," tuturnya.

Sementara itu Kepala Disdukcapil Kabupaten Banyuasin Saukani saat dikonfirmasi melalui pesan aplikasi Whatsapp nya mengatakan bahwa dirinya sudah menyampaikan ke stafnya terkait kasus tersebut.

"Terima kasih informasinya KK nya sudah disampaikan ke staff untuk dikonsolidasikan di Ditjen Dukcapil Kemendagri, Insya Allah 1x24 jam,"jelasnya singkat.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait