bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Saat Diamankan Polisi Pendemo UU Cipta Kerja Dua Positif COVID-19, Ada yang Gunakan Ganja

Ilustrasi (Foto Internet)

BUKAMATA.CO, PONTIANAK - Dari 5 orang pendemo UU Cipta Kerja yang berujung anarkis, berdasarkan hasil tes cepat menurut Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, reaktif, dan dua diantaranya positif COVID-19.

Hal itu diungkapkan Sutarmidji dalam akun medsos yang dipantau di Pontianak, Sabtu (10/10/2020). "Hari ini (Sabtu, 10/10) ada tambahan 80 kasus COVID-19 di provinsi ini, termasuk dua orang pelaku unjuk rasa. Jadi, sekarang pasien yang dirawat ada 122 orang, yang terbanyak dirawat di RSUD dr Soedarso Pontianak," ujarnya.

Sutarmidji berharap semua pasien yang masih dirawat akan sembuh termasuk dalam kategori orang tanpa gejala. "Ayo semangat, Insya Allah semua bisa sembuh. Bersihkan pikiran, bertekad sembuh dan beribadah serta berdoa dengan khusuk," kata dia.

Kemudian menurut Kabid Humas Polda Kalbar Kombes (Pol) Donny Charles Go, dari lima pendemo yang melakukan tindak anarkis hingga ricuh di depan Gedung DPRD Kalbar, pada Kamis (8/10), dari hasil tes cepatnya reaktif dan dua positif gunakan narkoba jenis ganja.

"Dari 35 orang yang diamankan, 26 orang oleh Polda Kalbar dan sembilan orang oleh Polresta Pontianak, lima orang hasil tes cepatnya reaktif COVID-19, dan dua lagi positif menggunakan narkoba jenis ganja," kata Donny Charles Go.

Dia menjelaskan para pendemo tersebut diamankan dulu, sementara untuk proses tes usap bagi yang reaktif masih menunggu koordinasi dengan Tim Satuan Tugas COVID-19 Provinsi Kalbar

"Kami imbau kepada mahasiswa atau masyarakat agar tidak terpancing oleh isu-isu provokatif. Silakan gunakan jalur judicial review untuk menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, bukan dengan cara membuat kericuhan yang hanya merugikan semua pihak," ujarnya.

Ia mengimbau kepada para pengunjuk rasa agar tetap mematuhi atau melaksanakan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak guna menghindari penyebaran COVID-19.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait