bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Polda Riau Tangkap Pelaku Pembakar Mobil Triton Warga Rohul, 3 Masih Buron

3 Pelaku pembakar mobil dihadirkan oleh Kapolda Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi bersama pejabat utama Polda Riau saat melakukan konferensi pers Minggu (11/10/2020)

BUKAMATA.CO, PEKANBARU - Pelaku pembakar mobil merek Mitsubhisi Strada Triton milik Kabul Situmorang, warga Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau dibekuk jajaran Ditreskrimum Polda Riau.  Dimana para pelaku, membakar mobil korban pada Rabu (23/9) yang lalu. Para pelaku ditangkap 9 hari setelah kejadian.

Hal itu diungkapkan Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi kepada wartawan saat melakukan konferensi pers di Mapolda Riau, Minggu pagi, (11/10/2020).

Penangkapan ini kata Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi berawal dari laporan korban ke Polsek Tambusai Utara pada 14 September 2020.

"Saat itu mobil korban sedang parkir di halaman rumahnya di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu sekitar pukul 02.00 Wib, dimana para pelaku memasuki halaman rumah korban dan melakukan pembakaran kendaraan milik korban " ungkap Irjen Pol Agung.

Kemudian lanjut Irjen Pol Agung, pengungkapan peristiwa itu diawali dari hasil penyelidikan petugas setelah kejadian.

Dimana lanjut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Bidang Labaratorium Forensik (Polda) Riau melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terhadap abu arang dalam kendaraan yang terbakar, kemudian juga dilakukan pemeriksaan saksi-saksi serta mengumpulkan beberapa alat bukti.

"Dari hasil penyelidikan dan penyidikan diatas, tim gabungan berhasil mengidentifikasi beberapa pelaku yang melakukan perbuatan pidana tersebut, kemudian pada 23 September 2020 tim berhasil melakukan penangkapan 3 pelaku, masing-masing laki-laki berinisial MI berperan sebagai Sopir. IS sebagai eksekutor yang membawa bensin untuk membakar. JH berperan sebagai eksekutor yang menyiramkan bensin " beber Irjen Pol Agung.

Irjen Pol Agung menjelaskan dari hasil pemeriksaan pelaku, didapatkan keterangan bahwa tindakan pembakaran tersebut dilakukan bersama 3 orang pelaku lainnya yaitu Tersangka IR yang berperan mengawasi situasi diluar pagar rumah korban.

Dan FIR berperan sebagai eksekutor yang menyalakan korek api untuk membakar mobil korban. Serta 1 APR yang memandu ke rumah korban.
 
Dari tangan pelaku, Polisi juga menyita Barang Bukti (BB)  berupa mobil korban yang terbakar Mitsubishi BM 8996 LN. Mobil Daihatsu Xenia BM 1426 ZC, rekaman CCTV, dan 1 lembar surat kesepakatan sewa mobil.

Kemudian 1 unit telepon genggam, sarung tangan kain, 1 patahan besi pagar, Hasil Visum luka bakar di tangan pelaku JH serta hasil Visum luka gores di lengan pelaku IS.

Dipaparkan Irjen Pol Agung, modus operandi para pelaku ini, beberapa hari sebelum kejadian, pelaku JH didatangi oleh pelaku APR dan dipertemukan dengan seseorang yang menyuruh untuk melakukan pembakaran terhadap mobil milik Kabul Situmorang dengan imbalan sebanyak Rp. 9.500.000,-.

Kemudian pelaku JH merekrut IS, IR, FIR dan M IRP serta menyewa mobil Jenis Daihatsu Xenia dari rental mobil milik Muhammad Akbar di Perawang, Kabupaten Siak.

"Pada 13 September 2020, pelaku JH menelepon pelaku IS untuk membeli 5 buah sebo penutup wajah dan 5 pasang sarung tangan kain warna hitam yang akan digunakan untuk melakukan aksi. Setelah itu pelaku IS, M IRF dan FIR berangkat ke Pekanbaru " terang Kapolda.

Setelah tiba di Pekanbaru lanjut Kapolda Riau, para pelaku menjemput pelaku JH dan IR. Dari Pekanbaru ke 5  pelaku berangkat menuju ke Kabupaten Rokan Hulu melalui Jalan Garuda Sakti melewati Kecamatan Tapung, lalu di daerah Ujung Batu, pelaku JH dan rekn-rekannya bertemu dengan penunjuk arah ke lokasi yaitu pelaku APR.

"Sebelum sampai di TKP , pelaku JH menyuruh pelaku FIR untuk membeli bensin sebanyak 5 liter dengan menggunakan botol plastik/ jerigen " ujar Kapolda Riau.

Kemudian sesampai di TKP, pelaku JH, IS dan FIR keluar mobil dengan membawa botol plastik atau jerigen yang telah berisi bensin. 

Selanjutnya para pelaku memanjat pagar rumah korban. Pelaku JH membuka pintu mobil korban yang tidak terkunci kemudian menyiram kabin kendaraan tersebut dengan bensin yang dibawa IS.

Setelah itu FIR membakar mobil korban dengan korek api, lalu terbakar dan mengeluarkan ledakan cukup keras.

Usai membakar mobil korban, ketiga pelaku kabur dengan memanjat pagar rumah, naik ke kendaraan yang sudah menunggu dan lari ke arah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

"Setelah melakukan aksi tersebut JH memberikan uang upah kepada M. IRP sebesar Rp1 juta, IS sebesar Rp. 1 Juta sedangkan IR dan FIR masing-masing Rp. 5 ratus ribu " terang Kapolda 

"Beberapa hari setelah kejadian, JH bertemu dengan orang yang memberi perintah untuk melakukan pembakaran dan menerima uang sebesar Rp. 9.500.000, sehingga jumlah total uang yang diterima adalah Rp. 19.000.000 " tambah Kapolda Riau lagi.

Kapolda Riau mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap para pelaku yang ditangkap diketahui bahwa motif mereka melakukan pembakaran terhadap mobil korban karena menerima imbalan dari seseorang melalui pelaku APR sebesar Rp. 19.000.000.

"Saat ini orang yang memberikan perintah sedang dilakukan pendalaman " ujar Kapolda.

Para Pelaku ini kata Kapolda Riau, dipersangkakan telah melakukan tindak pidana dengan sengaja menimbulkan kebakaran (pembakaran) sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 187 KUHP Jo Pasal 55, 56 KUHP dengan ancaman pidana hukuman penjara selama 12 (dua belas) tahun.

"Polda Riau menghimbau agar para pelaku masing-masing APR, IR dan FIR yang telah ditetapkan DPO maupun pelaku yang memberi perintah atau mendanai segera menyerahkan diri secara baik-baik atau akan dikejar dan tangkap dimanapun mereka bersembunyi, untuk mempertanggungjawabkan perbuatan pidana yang telah dilakukan " tutup Kapolda Riau.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait