bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

PSBB DKI Jakarta Cuma Akal-akalan Anies Buat Nambah Anggaran COVID-19, Sementara PHK Terus Terjadi

Arief Poyouno, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu (Foto internet)

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta untuk mencegah penularan virus korona 2019 (COVID-19) dinilai tidak efektif.

Bahkan marak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat berhentinya operasi usaha lantaran tutup karena PSBB. Anies dinilai hanya cuma akal-akalan saja untuk menambah anggaran belanja COVID-19 yang rawan dikorupsi.

Hal itu disampaikan oleh Arief Poyouno, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu kepada bukamata.co, Minggu sore (11/10/2020) melalui pesan pendeknya.

Untuk Arief menyarankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi di DKI Jakarta tidak perlu dilanjutkan lagi.

Karena kata Arief PSBB yang dilakukan Anies itu hanya lips service saja justru dan banyak merugikan pekerja di ibu kota dan di PHK di tempat bekerja.

"Tidak perlu dilanjutkan, karena PSBB diterapkan hanya lips service saja oleh Anies Baswedan dan banyak merugikan kaum pekerja yang di Jakarta, serta menambah jumlah PHK di saat pandemi Covid-19," kata Arief.

Diungkapkan oleh Arief, PSBB di Jakarta yang dilakukan Anies tidak adanya perbedaan signifikan. Justru ungkap Arief yang membedakannya adalah restoran-restoran maupun pusat perbelanjaan banyak yang tutup, tetapi kedisiplinan masyarakat tidak dijalankan dan kurang diawasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"PSBB di DKI Jakarta ujung-ujungnya cuma  mau menambah anggaran belanja Covid-19 Provinsi DKI Jakarta yang rawan dikorupsi," tukas Arief. 

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait