bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Ini Kata Kapolda Riau Kepada Perusak Mobil Patwal Polisi Saat Demo Kamis 8 Oktober Kemarin

Aksi oknum mahasiswa Kota Pekanbaru yang merusak mobil Patwal Polisi pada Kamis 8 Oktober 2020 kemarin

BUKAMATA.CO, PEKANBARU - Hingga kini Kepolisian Daerah (Polda) Riau masih memburu para pelaku perusakan mobil dinas Patroli dan Pengawalan (Patwal) polisi saat aksi demonstrasi berujung anarkis pada Kamis 8 Oktober 2020 kemarin.

Aksi perusakan mobil Patwal polisi itu terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru, tidak jauh dari gedung DPRD Provinsi Riau sasaran awal para pendemo pada Kamis sore (8/10/2020).

Aksi perusakan itu juga terekam melalui video amatir dan beredar di Medsos. Didalam video tersebut beberapa oknum mahasiswa itu diduga merusak mobil Patwal dan terlihat menggunakan baju almamaternya.

Masih dalam video tersebut, sekelompok mahasiswa itu secara bersama-sama mengangkat mobil Patwal Polisi yang terparkir di sebuah halaman resto cepat saji, di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, hingga terbalik dan ringsek. Setelah kendaraan polisi itu terbalik dan ringsek, sekelompok oknum mahasiswa tersebut bersorak kegirangan.

Namun hingga hari ini, Minggu 11 Oktober 2020 Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menjelaskan pihaknya masih mencari para pelaku perusakan mobil Patwal polisi tersebut.

"Kita temukan dulu pelakunya " kata Kapolda Riau kepada bukamata.co, Minggu malam (11/10/2020) saat dikonfirmasi terkait progres proses hukum aksi perusakan tersebut.

Dijelaskan Irjen Pol Agung, dalam masalah perusakan mobil patroli tersebut Polda mendata setidaknya ada lima kelompok orang dengan menggunakan jaket almamater kampus.

Oknum diduga mahasiswa tersebut lanjut Irjen Pol Agung, nampak jelas melakukan perusakan.

"Kita akan tangani dalam dua pendekatan, yang pertama pendekatan budaya dan perilakunya, yang kedua pendekatan hukum dan prosesnya. Mari kita selesaikan keduanya " tegas Irjen Pol Agung.

Untuk diketahui, aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di gedung DPRD Riau, pada Kamis sore (8/10) itu berujung rusuh. Namun polisi berhasil membubarkan massa.
 
Dimana saat itu ribuan pendemo mengepung gedung DPRD Riau di Jalan Sudirman sekitar pukul 15.20 Wib. Saat itu juga, massa sempat memblokade Jalan Sudirman hingga membuat arus lalu lintas lumpuh.

Dalam aksi itu, massa mencoba merangsek masuk ke gedung DPRD Riau dengan melewati pagar berduri dan akhirnya dihalau petugas. Para pendemo tidak terima.
 
Massa melempari para petugas dengan batu dan botol mineral ke arah aparat yang bersiaga di dalam gerbang DPRD Riau. Petugas secara perlahan memukul mundur massa yang mulai anarkis.
 
Mobil pengurai massa dikerahkan dengan menembakkan water cannon dan gas air mata ke arah kerumunan massa. Sebagian massa sempat melakukan perlawanan dengan melempar batu ke arah petugas. 
Lantaran barisan massa pecah dengan water cannon tersebut hingga terjadi aksi perusakan beberapa fasilitas umum dan mobil Patwal kepolisian tersebut.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait