bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Repdem : Unjuk Rasa Bela Hak Rakyat Baik, Tapi Jika Mengacau dan Bikin Rusuh Kita Lawan

Aksi masyarakat di Yogyakarta Tolak pendemo rusuh (Foto JPPN.com)

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Ketua Bidang Buruh Dewan Pimpinan Nasional Relawan Perjuangan Demokrasi (DPN-Repdem), Abe Tanditasik, menanggapi rencana unjuk rasa hari ini Selas (13/10). 

"Repdem mengapresiasi jika unjuk rasa itu dilakukan untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh dan kesempatan kerja. Juga tentang hak rakyat atas tanah atau pun pendidikan agar tidak menjadi ajang komersial. Apalagi keberlangsungan lembaga pesantren. Adalah hak warga negara untuk bersikap kritis dan menyampaikan pendapat " kata Abe kepada bukamata.co, Selasa (13/10/2020).

Tetapi, kata Abe, jika yang mengatasnamakan itu adalah bandit-bandit serta memprovokasi rakyat dengan membelokan isu karena haus kekuasaan Repdem bersama rakyat akan melawan.

"Unjuk rasa bela hak hidup itu baik, tapi kalau unjuk kekuatan pengacau dan perusuh kita lawan. Masyarakat sudah mengerti mana yang memperjuangkan hak hidup, mana yang cuma provokator pembuat kegaduhan " tegas Abe.

Karena kata Abe mencontohkan kasus dibakarnya mobil Ormas provokator di Cikarang, Bekasi, kemarin adalah contoh bahwa masyarakat tahu dan bisa memilah mana gerombolan kepentingan. 
"Bahkan aksi masyarakat mengecam dalang bencana di Yogya itu menarik. Artinya masyarakat paham dan mengerti perkembangan situasi hari ini" tegasnya lagi.

Repdem juga kata Abe, mendukung penuh TNI-Polri dalam pengamanan unjuk rasa ini.

"Intelijen mereka kuat. Langkah preventif pengamanan sangat detil. Salut kepada Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya yang benar-benar serius melindungi masyarakat. Juga kepada para Komandan yang mem-BKO-kan pasukannya hari ini. Semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan " tutup Abe. 

Informasi dihimpun, beberapa organisasi bentukan Riziek Shihab, yakni Front Pembela Islam (FPI) dikabarkan melakukan aksi demonstrasi di Jakarta.

Berbagai ormas yang mengatasnamkan umat Silam ini meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur dengan membawa isu Omnibus Law Cipta Kerja. 

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait