bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Vaksin COVID-19, Politisi PDI Perjuangan ini Minta Pemerintah Gratiskan Rakyat Miskin 

Muchamad Nabil Haroen, Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan saat melakukan sosialisasi 4 Pilar, Minggu 20 September 2020

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Muchamad Nabil Haroen, Anggota Komisi IX DPR RI mendukung langkah yang dilakukan pemerintah bergerak cepat dan fokus untuk program vaksinasi melawan virus korona 2019 (COVID-19). Karena memang langkah tersebut, salah satu solusi untuk menangani pandemi.

"Cara tercepat ya dengan vaksinasi, agar warga tidak lagi tertular dan kebal dengan virus COVID-19. Tapi, untuk sementara, sebelum vaksin tersedia, pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat menjadi sangat penting, semisal memakai masker, jaga jarak dengan orang lain, hindari kerumunan, jaga kebersihan, dan protokol lain yang sudah ditetapkan pemerintah " kata Nabil, kepada bukamata.co, Kamis, (15/10/2020) dalam keterangan pers di Jakarta. 

Baca Juga : Bio Farma Rilis Harga Vaksin COVID-19 Senilai Rp.200 Ribu

Dimana saat ini pemerintah, melalui Erick Thohir selaku Menteri BUMN dan Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri, sedang melobi dan menyiapkan kerjasama dengan pemerintah Inggris dan Swiss. 
Supaya mengamankan kerjasama vaksin, dan sekaligus untuk riset berkelanjutan di bidang kesehatan kedepannya.

"Saya sangat mendukung gerak cepat dan program pemerintah untuk vaksinasi, sembari kita menyiapkan riset-riset berkelanjutan, misalnya dalam pengembangan produk obat herbal, inovasi alat kesehatan dan beberapa bidang lain " kata Nabil. 

Terkait skema pemberian vaksin, apakah gratis atau perlu ada skema lain, menurut Nabil penting untuk menghitung anggaran negara. Akan tetapi, lanjut Politisi PDI Perjuangan ini, pemerintah harus memastikan bahwa warga miskin dan kurang mampu, mendapat prioritas dan gratis.

"Sedangkan, bagi warga kelas menengah dan kaya, bisa diatur sesuai dengan mekanisme yang tepat. Ini prinsip keadilan dan sama rata, bahwa setiap warga mendapat hak dan kewajiban sesuai proporsi masing-masing " tukas Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini.

Sebelumnya diberitakan bahwa Vaksin COVID-19 akan dipasarkan mulai November tahun ini. Hal itu seiring dengan kapasitas produksi sejumlah produsen vaksin yang bekerja sama dengan Indonesia.

Kabar tersebut terungkap saat pertemuan delegasi Indonesia yang terdiri atas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Duta Besar RI Djauhari Oratmangun dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir saat bertemu dengan pimpinan perusahaan produsen vaksin COVID-19 yakni Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac di China, Sabtu (10/10).

Baca Juga : Kabar Gembira, Vaksin COVID-19 Mulai Tersedia November 2020

Sementara itu menurut Direktur Utama Bio Farma (Persero), Honesti Basyir mengatakan bahwa harga untuk vaksin COVID-19 di Indonesia di kisaran Rp200 ribu tidak akan memberatkan pemerintah.

Hal itu dia katakan melalui keterangan resmi di Jakarta pada Selasa (13/10/2020). "Kisaran harganya Rp200 ribu," kata dia.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait