bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

UU Cipta Kerja Kata Ida Fauziyah Giginya Kuat Tidak Ompong Sanksi

Ida Fauziyah dalam dialog virtual tentang UU Cipta Kerja dengan sekitar 1.308 pekerja dan manajemen PT Pertamina Hulu Energi, di Jakarta, Kamis (15/10/2020) (ANTARA/HO-Kementerian Ketenagakerjaan)

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Undang-Undang Omnibus Cipta Kerja tetap memiliki kekuatan atau tidak ompong sanksi meski pasal-pasal dari UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan telah dihapus.

Hal itu dikatakan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah dalam dialog virtual dengan pekerja dan manajemen Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi, menurut keterangan resmi diterima di Jakarta pada Kamis (15/10/2020). 

"Ini misleading lagi. Sanksi tetap ada, kita adopsi dari UU lama, baik sanksi pidana maupun administratif. UU ini bergigi kuat, tidak ompong," kata dia.

Dia menegaskan dalam dialog untuk menyosialisasikan UU Cipta Kerja itu, bahwa proses pembahasan UU itu di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dilakukan dengan terbuka dalam bentuk siaran langsung baik di kanal TV Parlemen maupun situs berbagi video YouTube.

Ida yang merupakan politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa ini, mengungkapkan sepanjang kariernya sebagai anggota DPR baru pertama kali dia melihat proses pembahasan UU yang bisa secara langsung diakses oleh publik.

"Jadi tuduhan bahwa kita mengendap-endap itu tidak benar," tegas Ida tentang UU yang sudah mendapat persetujuan DPR itu pada 5 Oktober 2020.

Dia juga pada kesempatan itu, dia juga menjelaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kompetensi dengan memasukkan tambahan pelatihan vokasi dalam skema Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang ada di UU itu.

Dengan adanya penambahan pelatihan tersebut, pekerja yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) berhak atas pelatihan dan sertifikasi gratis sambil menunggu mendapat pekerjaan baru.

"Sehingga saat ada lowongan kerja, sudah punya sertifikat kompetensi. Bisa nego gaji lebih tinggi," demikian ujar Ida.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait