bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Ridwan Kamil dan Khofifah Indar Parawansa Dinilai Membangkang Kepada Presiden Jokowi

Ridwan Kamil dan Khofifah Indar Parawansa (Foto internet)

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Khofifah Indar Parawansa dinilai telah membangkang kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan KH Maruf Amin, padahal kedua pemimpin daerah tersebut adalah kepanjangan tangan pemerintahan pusat. Bahkan kedua pemimpin daerah tersebut dinilai tidak memahami konsep otonomi daerah itu sendiri.

Hal itu disampaikan oleh Ferdinand Hutahean yang mengkritik kedua Gubernur tersebut lantaran Pemprov Jatim dan Jabar meminta Presiden Jokowi menangguhkan pemberlakukan UU Cipta Kerja yang telah disetujui 5 Oktober 2020 lalu.

"Menurut saya Ridwan Kamil dan Khofifah tidak memahami konsep otonomi daerah. Sesat pikir seolah dirinya jadi pimpinan di daerah federasi hingga berani menolak kebijakan nasional " kata Ferdinand kepada bukamata.co, Jumat siang, (16/10/2020).

Jangan-jangan kata Ferdinand latar belakang penolakan tersebut, lantaran karena kewenangan daerah yang syarat Pungutan Liar (Pungli) sudah dihapus menjadi penyebab kedua Gubernur itu menolak UU Cipta Kerja.

"Apakah karena kewenangan tentang perizinan yang sarat Pungli selama ini hilang jadi penyebabnya? " ucap Ferdinand. 

Mestinya, lanjut Ferdinand, kepala daerah harus mengerti bahwa mereka meski dipilih langsung melalui Pilkada ada tetap kepanjangan tangan pemerintah pusat.

"Kalaupun mau menyampaikan aspirasi rakyat di daerahnya ya silahkan kirim surat kepada presiden menyampaikan situasi di daerahnya bukan ikut-ikutan secara pribadi maupun sebagai kepala daerah menolak " tegas Ferdinand.

Apa yang dilakukan oleh Ridwan Kamil dan Khofifah Indar Parawansa tersebut kata Ferdinand salah bentuk pembangkangan kepada Presiden Jokowi dan KH Maruf Amin.

"Ini namanya pembangkangan daerah kepada pusat dan tidak patut terjadi. Negara kita bukan negara federasi " tegas Ferdinand.

Dan apa yang dilakukan Khofifah bersama Ridwan Kamil kata Ferdinand cuma untuk kepentingan mengejar populeritas semata.

"Ya memang kepentingannya cuma untuk populeritas dan elektoral yang tidak seberapa " tukas Ferdinand.

Sebelumnya diberitakan bahwa Khofifah Indar Parawansa selaku kepala daerah yang mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi.

Dimana dikutip dari kompatvcom, Khofifah menyebut, aspirasi buruh yang meminta Gubernur untuk berkirim surat kepada Presiden Jokowi langsung supaya dipenuhi. Intinya Pemprov Jatim memohon Presiden menangguhkan pemberlakukan UU Cipta Kerja yang telah disetujui 5 Oktober 2020 lalu.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berjanji akan meneruskan penolakan kaum buruh dan mahasiswa kepada pemerintah pusat.

Dia juga menyarankan agar presidan segera mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi keluhan masyarakat.

"Jadi, UU ini jangan dulu disahkan untuk dijalankan," kata Ridwan Emil di Kota Bandung, Kamis (8/10/2020) dikutip dari suaracom.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait