bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Waduh ! Pemerintah Jepang Rencanakan Buang Limbah Nuklir ke Laut

Gambar Pembangkit tenaga nuklir Fukushima Nomor Satu milik Tokyo Electric. (Foto Antara)

BUKAMATA.CO, TOKYO - Limbah limbah air terkontaminasi radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima akan dibuang ke laut oleh Jepang.

Kabar tersebut menurut laporan kantor berita Kyodo dan media lainnya pada Jumat (16/10/2020), sementara itu pengumuman resmi akan menyusul dalam bulan ini.

Sementara itu terkait informasi tersebut, Menteri Perindustrian Jepang Hiroshi Kajiyama menyebut belum ada keputusan yang diambil, namun pemerintah menargetkan untuk membuat keputusan secepatnya.

"Penonaktifan PLTN Fukushima Daiichi adalah dasar utama untuk memulihkan Fukushima dari bencana nuklir. Untuk menghindari penundaan dalam proses penonaktifan ini, kami perlu mengambil keputusan secepatnya," kata Kajiyama dalam pernyataan pers.

Tokyo Electric Power Company (TEPCO) telah mengumpulkan lebih dari satu juta ton air terkontaminasi sejak PLTN Fukushima Daiichi hancur akibat guncangan gempa disertai tsunami pada 2011 lalu.

Pertambahan air terkontaminasi di Fukushima menjadi halangan dalam proses pembersihan yang diperkirakan akan memakan waktu beberapa dekade, terlebih dengan adanya Olimpiade Tokyo tahun depan dan beberapa acara digelar sekitar 60 kilometer dari PLTN.

Belum lagi, rencana pembuangan air terkontaminasi itu mungkin akan menimbulkan kemarahan dari para nelayan Jepang dan mencuatkan perhatian dari negara-negara tetangga.

Kementerian Perindustrian Jepang telah mendengar pendapat dari berbagai pihak sejak April, termasuk perwakilan industri perikanan. Sejumlah perwakilan mengunjungi Menteri Kajiyama pada Kamis (15/10) dan menyatakan penolakan atas rencana tersebut.

Pekan lalu, perwakilan industri perikanan Jepang juga meminta pemerintah untuk tidak mengizinkan pembuangan air terkontaminasi ke laut, menyebut hal itu akan merusak upaya bertahun-tahun terakhir untuk membangun kembali reputasi produk hasil laut mereka.

Korea Selatan, misalnya, tetap memberlakukan larangan impor makanan laut dari wilayah Fukushima--yang telah diterapkan sejak terjadinya bencana nuklir, serta memanggil pejabat Kedutaan Besar Jepang pada tahun lalu untuk mendapat penjelasan soal pembuangan limbah Fukushima.

Pada awal tahun ini, panel para pakar memberi saran kepada Pemerintah Jepang mengenai pembuangan air radioaktif dari PLTN di Fukushima, merekomendasikan pelepasan ke laut.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait