bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

KLHK Lepasliarkan 13 Ekor Burung di TN Baluran

Pelepasliaran Satwa di TN Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (23/10/2020).

BUKAMATA.CO, SITUBONDO - Sebanyak 13 (tiga belas) ekor burung yang dilepasliarkan berasal dari hasil penegakan hukum dan penyerahan dari masyarakat. pelepasliaran satwa kembali dilakukan oleh Balai Taman Nasional (TN) Baluran di Situbondo, Jawa Timur, Jumat (23/10/2020). Pelepasliaran tersebut dilakukan oleh Balai TN Baluran bersama dengan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian LHK dan pihak terkait antara lain Bareskrim POLRI, POLDA Jawa Timur dan Copenhagen Zoo. 

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Indra Exploitasia, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada Kepolisian Republik Indonesia dan jajaran yang telah berperan aktif dalam penyelamatan satwa liar yang dilindungi.

Adapun jenis-jenis burung tersebut meliputi Merak hijau (Pavo muticus) sebanyak 2 (dua) ekor jantan, yang diperoleh dari hasil serahan masyarakat wilayah Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Barat, dan dititipkan perawatannya pada Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua Bogor.

Jenis lain adalah Julang Mas (Rhyticeros undulatus) sebanyak 4 (empat) ekor jantan dari hasil serahan masyarakat kepada Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur dan Yayasan Alam Satwa Tatar Indonesia (ASTI). Selain itu, Gelatik jawa (Padda oryzivora) sebanyak 7 (tujuh) ekor jantan, yang berasal dari hasil sitaan Bareskrim dan sebelumnya dititipkan perawatannya pada Taman Safari Cisarua Bogor. 

"Seluruh satwa yang dilepasliarkan tersebut telah menjalani pemeriksaan medis dan rehabilitasi di PPS Tegal Alur Balai KSDA DKI Jakarta dan di TSI Cisarua Bogor. Proses rehabilitasi dilaksanakan mulai dari masa karantina dan pemeriksaan medis untuk memastikan semuanya tidak mengidap dan membawa penyakit ke habitat barunya, " ungkap Indra. 

Kepala Balai TN Baluran, Pudjiadi menyampaikan bahwa ekosistem TN Baluran memiliki keanekaragaman hayati berupa jenis-jenis satwa yang cukup berlimpah, mulai dari jenis mamalia besar seperti Banteng dan Macan Tutul, hingga jenis-jenis dari kelompok Aves yang menghuni kawasan ini. 

“Sebelum dilaksanakan proses pelepasliaran satwa ini, kami telah melaksanakan kajian kesesuaian habitat terhadap jenis-jenis satwa tersebut”, ucap Pud jiadi.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait