bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

LBH APIK: Banyak Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak adalah Orang Terdekat

ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak

BUKAMATA.CO, SEMARANG - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK Semarang mencatat 10 pengaduan kasus kekerasan seksual terhadap anak sepanjang Januari - Agustus 2020. Hal ini doisampaikan melalui siaran pers LBH APIK, Minggu (25/10/2020).

Nur Kasanah, Aktifis LBH APIK mengatakan, pengaduan tersebut berasal dari beberapa daerah di Jawa Tengah, seperti Kabupaten Pati, Kabupaten Demak, dan Kota Semarang.

"Pengaduan kasus kekerasan seksual terhadap anak yang diterima oleh LBH APIK Semarang adalah dengan rata-rata pelaku sebagai orang terdekat anak/ korban yaitu ayah kandung korban, ayah tiri korban, kakek korban, paman korban, pacar korban, dan tetangga korban," ungkapnya.

Menurutnya, penyelesaian kasus ini masih banyak dengan menikahkan pelaku dan korban. Hal ini dinilai membuat korban semakin masuk dalam lingkaran kekerasan dan meningkatkan perkawinan anak.

"Sangat penting peran negara, aparat penegak hukum, masyarakat, tokoh masyarakat, keluarga, serta lembaga yang fokus terhadap perlindungan perempuan dan anak, dalam melakukan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak," imbuhnya.

Banyaknya kasus kekesaran seksual terhadap anak ini juga dipengaruhi oleh kondisi Pandemi, dimana anak bersekolah secara daring, fokus belajar anak yang berkurang akibat lurangnya pemantauan dari orang tua, sehingga banyak anak yang bermain di luar rumah maupun bermain ponsel.

Dalam rangkaian Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKtP), maka LBH APIK Semarang bersama Serikat Pekerja Rumah Tangga Kota Semarang, Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia, Puspita Bahari, PILAR, PKB Provinsi Jawa Tengah serta Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia berkomitmen melakukan pencegahan kekerasan seksual dan perkawinan anak.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka LBH APIK Semarang telah melaksanakan penyuluhan hukum secara offline/ langsung untuk anak dengan protokol kesehatan pada 17 Oktober 2020 di Kelurahan Kemijen, Kota Semarang; 25 Oktober 2020 di Desa Kedujangan, Kota Semarang dan 25 Oktober 2020 di Desa Morodemak, Kabupaten Demak. 

Kegiatan tersebut sebagai langkah pencegahan kekerasan seksual dan perkawinan anak dengan tema kegiatan “LINDUNGI LENTERA BANGSA”.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait