bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Wakil Ketua Umum DPP PKB Minta Polri Usut Praktik Jual Beli Senjata Ilegal oleh Oknum Brimob di Papua

Ilustrasi senjata api, suara.com

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP PKB sekaligus Anggota Komisi III DPR RI, Jazilul Fawaid, meminta Polri segera mengusut tuntas praktik jual beli senjata ilegal yang melibatkan oknum Brimob ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. 

Hal ini disampaikan Jazilul Fawaid kepada wartawan, Selasa (27/10/2020) di Jakarta. 

"Jika terbukti hukum yang setimpal untuk memberikan efek jera. Jangan sampai kejadian ini terulang di kemudian hari," tegasnya.

Terlebih lagi, kasus jual beli senjata ilegal tersebut sudah berlangsung lama. Menurut pengakuan Juru Bісаrа Tеntаrа Pеmbеbаѕаn Nasional Papua Barat Orgаnіѕаѕі Papua Merdeka (TPNPB OPM), Sеbbу Sambom, ѕеnjаtа-ѕеnjаtа yang dіgunаkаn ріhаknуа dibeli dari оknum араrаt keamanan Indonesia. Bаhkаn, ѕеnjаtа-ѕеnjаtа itu dіdаtаngkаn dаrі Jakarta.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, Polri akan berkomitmen dan menindak tegas oknum polisi yang terlibat dalam perdagangan sejata api. Pasalnya kata Awi, perbuatan tersebut telah merusak citra dan nama baik kepolisian. 

"Untuk kasus oknum Brimob berinisial Bripka JH, sudah diamankan karena diduga menjual senjata api kepada Kelompok Kriminial Bersenjata (KKB)," kata Awi saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/10) kemarin.

Sebelumnya, pada Kamis (21/10) lalu, tim gabungan TNI-Polri mengamankan oknum Brimob tersebut karena diduga menjual senjata api jenis M-16 dan M4 kepada KKB. Dalam pengamanan itu, tim gabungan TNI-Polri telah menyita dua pucuk senapan serbu jenis M-16 dan M4 sebagai barang bukti. Diduga KKB akan menggunakan senjata tersebut untuk mengganggu Kamtibmas di Papua.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait