bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Kukuhkan 950 Penyuluh Perikanan Swadaya, KKP: Penguatan SDM Berbasis Teknologi Syarat Mutlak

Pengukuhan penyuluh perikanan swadaya (PPS) dari 130 kab/kota di 32 provinsi pada Selasa (27/10/2020).

BUKAMATA.CO, SLEMAN - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengukuhkan 950 penyuluh perikanan swadaya (PPS) dari 130 kab/kota di 32 provinsi pada Selasa (27/10/2020).Pengukuhan ini berdasarkan pada Keputusan Kepala BRSDM KP Nomor 150/KEP-BRSDM/2020 tentang Penetapan Penyuluh Perikanan Swadaya.   

Kegiatan pengukuhan dan pembinaan PPS Tahap II Tahun 2020 ini diselenggarakan dari Mina Ngremboko, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga disiarkan secara langsung melalui video streaming. Tujuannya, agar kegiatan tersebut dapat diikuti oleh seluruh penyuluh dan dinas perikanan di Indonesia.

Mayoritas penyuluh perikanan swadaya yang dikukuhkan kali ini memiliki keahlian di sektor budidaya, pengolahan, penangkapan, garam, dan kerajinan berbahan baku sumber daya laut.

Kepala Badan Riset dan SDM KKP, Sjarief Widjaja melalui siaran persnya, Kamis (29/10/2020) mengatakan, dengan percontohan langsung kepada masyarakat, PPS diharapkan dapat memperkuat pendampingan terhadap pembudidaya ikan, nelayan, pengolah/pemasar ikan, dan petambak garam di lapangan. 

Ke depan, kegiatan penyuluhan akan terus dikembangkan menggunakan teknologi digital. Selain berorientasi pada produktivitas, kinerja penyuluh perikanan harus mengedepankan efektivitas dan efisiensi dalam melaksanakan tugas dan capaian target di lapangan. Penguatan SDM yang berbasis teknologi 4.0 dan 5.0 pun menjadi syarat mutlak.

“Penyuluh perikanan kini berada di era globalisasi di mana hubungan sosial sudah semakin terbuka tanpa sekat tempat dan waktu. Ini memungkinkan penyuluhan tidak lagi butuh pertemuan fisik seiring dengan dukungan alat komunikasi modern yang dapat menyampaikan informasi data dan teknologi secara cepat, efektif dan efisien,” terangnya. 

Percepatan digitalisasi di bidang pelatihan kelautan dan perikanan yang dilakukan dibawah Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslaltuh KP) selama pandemi Covid-19 dinilai telah membuahkan hasil yang luar biasa.

“Kalau dulu itu ditargetkan kita hanya melatih 1.500 orang satu Indonesia per tahunnya, ternyata sekarang sejak pandemi kita bisa melatih hingga 47.000 orang pada bulan Januari-Oktober 2020 ini. Jadi ternyata dengan menggunakan teknologi, kita bisa memperbanyak layanan kita,” ungkapnya.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa kedepannya kegiatan penyuluhan juga akan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital.

Sjarief mengajak seluruh penyuluh perikanan untuk terus semangat berbagi kebaikan kepada masyarakat meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait