bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Kemensetneg, BKKBN, dan UNFPA Kembali Gelar Webinar Internasional tentang Kependudukan dan Keluarga Berencana untuk Pemuda Muslim Filipina

Nanik Purwanti saat pembukaan acara South-South and Triangular Cooperation Online Training on Reproductive Health, Family Planning, Adolescent Reproductive Health and Prevention of Gender-based Violence and Child Marriage for Bangsamoro Autonomous Region of Muslim Mindanao Youth Muslim Leaders (BARMM) (26/10/2020).

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Kementerian Sekretariat Negara/Kemensetneg dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional/BKKBN) bekerja sama dengan United Nations Population Fund (UNFPA) laksanakan program Kerja Sama Teknik Selatan-Selatan dan Triangular (KSST). 

Kegiatan South-South and Triangular Cooperation Online Training on Reproductive Health, Family Planning, Adolescent Reproductive Health and Prevention of Gender-based Violence and Child Marriage for Bangsamoro Autonomous Region of Muslim Mindanao Youth Muslim Leaders (BARMM) ini dilaksanakan pada 26-28 Oktober 2020 dan diikuti oleh 58 peserta dari Filipina. Program ini merupakan implementasi dari perpanjangan Memorandum of Understanding yang ditandatangani oleh BKKBN dan Commission on Population and Development (PopCom) Filipina pada tahun 2019. 

Nanik Purwanti, dalam siaran pers Kamis (29/10/2020) mengatakan, program kependudukan dan keluarga berencana merupakan salah satu program prioritas KSST yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. 

Isu pernikahan anak juga merupakan isu krusial yang menjadi perhatian semua elemen, terutama dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). 

“PopCom selama ini juga telah menggandeng remaja dan pemimpin agama dalam programnya. Saya harap kita dapat belajar dari satu sama lain mengenai peran pemuda dan pemimpin agama dalam keluarga berencana,” kata Nanik. 

Prof. drh. Muhammad Rizal Martua Damanik dari Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor mengatakan, semakin banyak negara yang berminat belajar dari Pemerintah Indonesia mengenai konsep keluarga berencana terutama dengan menggandeng pemuka agama. 

"Kemitraan dengan pemuka agama telah menghasilkan berbagai fatwa yang berkontribusi besar pada diterimanya program kependudukan dan keluarga berencana di komunitas-komunitas agama, " ungkapnya. 

Kemensetneg berupaya untuk terus meningkatkan kemitraan strategis dalam kerangka KSST dengan negara-negara sahabat guna mempercepat pembangunan yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah-masalah global. 

Hal ini sejalan dengan salah satu prioritas nasional Pemerintah Indonesia untuk memperkuat KSST dan meningkatkan jumlah program yang diimplementasikan dalam kerangka KSST.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait