bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Kemendagri : Petrashop Peluang Desa untuk Kembangkan Potensi

(Juknis) Program Petrashop atau SPBU Mini. Juknis ini disosialisasikan pada Selasa (27/10/2020) di Hotel Novotel, Bandar Lampung.

JKementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama PT Pertamina susun Petunjuk Teknis (Juknis) Program Petrashop atau SPBU Mini. Juknis ini disosialisasikan pada Selasa (27/10/2020) di Hotel Novotel, Bandar Lampung. 

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nata Irawan mengatakan, Sosialisasi Juknis ini memiliki visi Indonesia membangun yang terfokus kepada Pemerintahan Desa yang merupakan garda terdepan serta dapat menyentuh langsung kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.  

“Kawasan perdesaan harus dipandang sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan kawasan perkotaan tanpa mengurangi kearifan lokal yang telah tumbuh dan berkembang secara alami, mengakui adanya hak asal-usul atau rekognisi dan kewenangan berskala lokal desa atau subsidiaritas,” ujar Natta Irawan.  

Pertashop dinilai menjadi peluang bagi setiap desa untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya secara mandiri sesuai kebutuhan masing masing 

“Hadirnya kerja sama antara Kementerian Dalam Negeri dengan PT. Pertamina (Persero) dalam program Pertashop di Desa, tidak hanya mendekatkan layanan BBM kepada masyarakat tetapi akan turut pula menumbuh kembangkan potensi Desa, turut mengembangan UMKM, mendorong tumbuhnya inovasi Desa melalui kemitraan yang dapat berperan juga dalam meningkatkan kapasitas pemerintahan Desa melalui pengembangan program kerja sama kemitraan,” ujar Nata. 

Hingga bulan Oktober 2020 sebanyak 753 outlet dengan target pembangunan sampai akhir tahun 2020 sebanyak 4.558 yang berkembang di daerah berkembang sebanyak 2.626 serta terdapat 1.932 outlet di daerah yang memiliki potensi demand tinggi yaitu DKI Jakarta dan Surabaya. 

“Adapun status akses outlet Pertashop yang dapat diakses langsung oleh mobil tangki penyalur sebanyak 2.857, serta 1.701 masih terkendala akses," ujar Nata. 

PT. Pertamina (Persero) juga telah merencanakan pengembangan Pertashop tahun 2021-2024 sebanyak 40.000 Outlet dengan target Outlet 10.000 pertahun, dengan sebaran lokasi di Pulau Jawa dan Bali 6.830 outlet, di luar Pulau Jawa dan Bali 3.170 outlet. 

Untuk menjangkau kendala akses di daerah daerah potensial, PT. Pertamina (Persero) telah mengembangkan alat angkut 1000 liter dengan menggunakan mobil colt diesel, serta alternatif kedua dimungkinkanya pemberian bantuan dukungan akses kepada desa potensial atau desa binaan yang direkomendasikan oleh Kementerian Dalam Negeri. 

“Selain itu tidak menutup kemungkinan dari 3827 Kecamatan yang belum memiliki Lembaga Penyalur Pertamina yang dimungkinkan dapat menjadi etalase Pertashop,” kata Nata.

Tags :Nata Irwan
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait