bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

Senarai Sebut Riau Masih Berada di Zona Merah Korupsi

Ilustrasi (internet)

BUKAMATA.CO, PEKANBARU - LSM Senarai sebut Riau masih belum keluar dari zona merah korupsi. Hal ini disampaikan melalui catatan akhir tahun Senarai yang bersumber dari hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menyatakan, empat tahun terakhir, Riau tergolong daerah rentan korupsi

dari 15 provinsi yang disurvei. Posisinya tak lepas dari 3 besar bahkan pernah paling rentan

diantara lainnya.

Dalam catatan akhir tahunnya, Senarai mencatat, pada 2020, Pengadilan Negeri Pekanbaru menyidang 47 perkara tindak pidana korupsi.

Kasus tersebut terdiri dari beberapa wilayah, di antaranya Riau 12 perkara, Kuantan Singingi 8 perkara, Bengkalis 6 perkara, Kampar 4 perkara, Rokan Hilir 4 perkara, Indragiri Hulu 3 perkara, Siak 3 perkara, Pelalawan 3 perkara, Indragiri Hilir 2 perkara, Rokan Hulu 1 perkara dan Pekanbaru 1 perkara.

Jumlah ini sedikit menurin jika dibanding dua tahun sebelumnya. Dimana jumlah perkara korupsi pada 2018 sama dengan 2019. Yakni, Riau 17 perkara; Kampar 7 perkara, Indragiri Hilir 6 perkara, Rokan Hilir 5 perkara, Siak 5 perkara, Bengkalis 4

perkara, Kepulauan Meranti 4 perkara, Rokan Hulu 3 perkara, Pelalawan 3 perkara, Pekanbaru 3 perkara, Kuantan Singingi 3 perkara, Dumai 3 perkara dan Indragiri Hulu 1 perkara.

Pada periode 2020 saja, Senarai sudah mencatat dua kepala daerah korup. Diantaranya, Bupati

Bengkalis Amril Mukminin serta Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah. Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad, juga terseret kasus korupsi di tahun yang sama. 

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait