bukamata.co

Copyright © bukamata.co
All rights reserved
Desain by : sarupo

PKS Desak Pemerintah Segera Akhiri Konflik Papua

Ilustrasi (internet)

BUKAMATA.CO, JAKARTA - PKS sampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Prada Agus Kurnia, anggota TNI yang tewas setelah diserang oleh Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Senin (11/1/2021). Hal ini disampaikan Anggota DPR RI Fraksi PKS Sukamta kepada bukamata.co.

“Saya secara pribadi dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI, turut berduka cita atas meninggalnya Prada Agus Kurnia. Semoga Prada Agus Kurnia diberikan balasan terbaik oleh Tuhan dan keluarga diberikan kesabaran, aamiin," ungkapnya. 

Sukamta juga menyampaikan bahwa konflik Papua ini harus segera diakhiri. Ratusan nyawa melayang sia-sia, kerugian mencapai triliuanan rupiah akibat konflik berkepanjangan ini.

“Lagi-lagi kami harus menyampaikan bahwa negara gagal hadir di tanah Papua. Selama 10 tahun terakhir konflik bukan semakin membaik namun semakin memburuk. Klaim sepihak pemerintah tentang keberhasilan otonomi khusus nyatanya tak membuat gerakan-gerakan makar di Papua berhenti," paparnya.

Sukamta menjelaskan, salah satu rencana pemerintah ialah pemekaran wilayah. Ia mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam perkaran pemekaran, jangan sampai pemekaran bertujuan untuk merebut lahan-lahan milik rakyat Papua.

"Kami mendapatkan kabar mengenai perusahaan kelapa sawit yang mengelola puluhan ribu hektar lahan yang berdampak hilangnya hak ulayat warga Papua. Ini bukti tanah Papua selama ini hanya jadi lahan eksploitasi walaupun dalihnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua,“ imbuhnya. 

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini kemudian menyebutkan dalam keterangan tertulisnya, bahwa pendekatan pemerintah dalam konflik Papua belum menyentuoh akar masalah Papua. Akar masalah Papua itu antara lain diskriminasi dan rasialisme, pembangunan di Papua yang belum mengangkat kesejahteraan orang asli Papua, pelanggaran HAM serta soal status dan sejarah politik Papua.

"Otonomi khusus sudah berjalan hampir 20 tahun tetapi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua masih tertinggal dari daerah lain, padahal sudah puluhan triliun anggaran disalurkan. Kasus penembakan pendeta Yeremia Zanambani menjadi kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia terbaru diantara kasus HAM lain yang sudah terjadi bertahun tahun lalu di Papua," ujarnya. 

Oleh sebab itu, legislator dapil Yogyakarta ini mendesak pemerintah untuk segera menyatukan berbagai desk Papua di berbagai kementerian dalam satu koordinasi di bawah Presiden secara langsung atau bahkan membuat kementrian khusus Papua dan Indonesia Timur. Hal ini perlu segera dilakukan agar koordinasi penanganan Papua bisa dilakukan secara lebih komprehensif. Sehingga, rakyat Papua betul-betul merasakan pembangunan bukan hanya segelintir orang yang menjadi pejabat atau pendatang.

"Saat ini yang masih menonjol pendekatan keamanan. Ini penting namun,persoalan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan dan penumbuhan ekonomi rakyat juga tidak kalah penting. Pelibatan warga Papua dalam proses ini juga mutlak dilakukan. Saya yakin mayoritas warga Papua tetap ingin bersama NKRI. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah sungguh-sungguh mengatasi akar masalah yang ada, ini yang akan pengaruhi masa depan Papua,” pungkasnya.

Tags :SukamtaPKS
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait