Pengusaha Bandung Diduga Klaim Motif Batik Riau dan Laporkan Mantan Guru di Pekanbaru ke Polda Riau

Pengusaha Bandung Diduga Klaim Motif Batik Riau dan Laporkan Mantan Guru di Pekanbaru ke Polda Riau

Motif batik Riau yang digunakan dalam petisi di laman change.org

BUKAMATA.CO, PEKANBARU - Seorang mantan Guru di Pekanbaru (ES) dilaporkan ke Polda Riau oleh pengusaha konveksi asal Kota Bandung dengan tuduhan menggandakan dan mendistribusikan motif batik miliknya. 

Melalui petisi di change.org, salah seorang warga Pekanbaru meminta agar Polda Riau membebaskan ES dari ancaman pidana. Kepada bukamata.co, Selasa (23/3/2021), Rinaldi, pembuat petisi 'Selamatkan Motif Batik Riau, Bebaskan Bu ES dari Ancaman Pidana' menjelaskan kasus ini bermula saat ES meminjam sejumlah motif batik kepada Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Riau dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Pelalawan.

"Bu ES ini awalnya meminjam lima motif ke Dekranasda Riau dan dikabulkan tiga, LAM Pelalawan dipinjamkan empat. Lalu cetak ke perusahaan konveksi di Bandung. 2019 perusahaan konveksi di Bandung itu mendaftarkan HaKI kain batik yang di atasnya terdapat motif-motif yang dipinjamkan Dekranasda Riau dan LAM Riau ke Bu ES tadi, lalu Bu ES diadukan oleh pengusaha tadi ke Polda Riau," paparnya.

Dalam petisinya, Rinaldi menjelaskan, berdasarkan barang-barang yang diamankan oleh Polda Riau dari ES, empat motif batik yang diklaim oleh pemilik konveksi tersebut sama dengan beberapa motif milik komunal masyarakat Pelalawan, seperti Motif Lebah Begayut, Awan Larat, Itik Pulang Petang, dan Kembang Bertajuk Sekuntum.

"Kesamaan motif-motif ini bukanlah sebuah kebetulan, karena Bu ES memang sudah mendapat restu penggunaannya dari LAM Pelalawan, bukan datang kepada pengusaha garmen tersebut hanya dengan membawa bunga setangkai, seperti informasi yang pihak berwajib dapatkan. Hal serupa juga sama terjadi terhadap motif yang telah pernah diHaKIkan oleh Dekranasda Riau dan ternyata sama seperti tiga motif yang diklaim sebagai milik pengusaha Bandung itu, sebagaimana tersurat pada pencatatan HaKI nya 'kain batik … dst'," tulisnya.

Berdasarkan data dari website HaKI, pengusaha Bandung tersebut ternyata sudah dicatatkan Hak Cipta atas Kain dan Motif batik SD, SMP, SMA dan SMK untuk Kota Pekanbaru dan motif batik SD, SMP, SMA dan SMK untuk Kabupaten Pelalawan pada tahun 2019. 

"Padahal sejak tahun 2007, motif seperti Matahari Kaluk Berlapis, Bunga Bintang Hias Bersiku, Bunga Kundur Putri Bangsawan, Kembang Semangat Tajuk Bidadari, dan Siku-Siku Kelopak Bersusun sudah didaftarkan di di DEKRANASDA Riau (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) sejak tahun 2007," tulisnya lagi.

Rinaldi juga menjelaskan, motif yang dipakai ES sudah terdaftar di Dekranasda Riau. ES menyabutkan bahwa pada tahun 2013, ia sudah mendapat persetujuan dari ketua Dekranasda untuk memakai motif batiknya.

"Bu ES sudah berupaya menjelaskan hal ini ke Dekranasda agar mereka juga turun tangan dan menjelaskan ke pengusaha konveksi di Bandung tersebut. Namun, sampai saat ini belum ada jawaban pasti dari Dekranasda," imbuhnya.

Untuk itu, melalui lama change.org, Rinaldi Meminta kepada Dekranasda Riau untuk turun tangan dan meneliti aduan dari pengusaha konveksi tersebut, agar jelas apakah motif yang didistribusikan ES, penjahit, dan sekolah-sekolah di Riau adalah warisan budaya Riau atau milik Pengusaha Bandung tersebut.

"Kepada Polda Riau juga agar hati-hati dalam menangani perkara ini. Jangan sampai warisan budaya Riau jatuh ke tangan individu yang hanya punya tujuan melipatgandakan modalnya. Mari bantu bebaskan Bu ES dari ancaman Pidana yang tengah dialaminya. Mari selamatkan para penjahit di Riau, Sekolah-sekolah di Riau yang mendapatkan sedikit laba dari pendistribusian ini dan bisa jadi terancam pidana karena juga ikut mendistribusikan. Mari selamatkan warisan budaya Riau, Motif Batik Riau," tutupnya.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait