Lewerissa: Skandal di Asabri Masalah Moral Hazard

Lewerissa:  Skandal di Asabri Masalah Moral Hazard

Ilustrasi (internet)

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Hendrik Lewerissa sebut asuransi Asabri tengah bangkrut akibat adanya praktik korupsi di dalam di dalam tubuh perusahaan. Hal ini disampaikan Hendrik saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pimpinan PT Asabri di Gedung DPR RI, Rabu (9/6/2021).

“Bagi saya memang Asabri ini kan bukan lagi berita baru, tapi sudah menjadi konsumsi publik cukup lama dan sebenarnya secara teknis Asabri sudah bangkrut sebenarnya,” ungkapnya.

Menurut Lewerissa, Asabri masih bertahan hingga saat ini karena adanya kewajiban anggota TNI-Polri, pensiunan dan para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membayar iuran.

“Jadi yang bisa membuat Asabri berdiri saat ini karena memang ada pembayaran premium bersifat mandatori, karena anggotanya adalah TNI-Polri dan ASN yang bekerja di dua institusi tersebut,” ujarnya.

Politisi Gerindra ini mengaku heran dengan masalah yang dialami Asabri. Lantaran, perusahaan BUMN ini dinilai memiliki sistem pengawasan sangat ketat, baik dari internal maupun dari eksternal.

“Memang lagi-lagi miris bagi kami di Komisi VI DPR RI, karena memang kami tau industri jasa keuangan seperti asuransi yang non banking ini sebenarnya adalah industri yang diatur, dia kan high regulatory sekali, industri yang sangat ketat banyak aturannya. Dan ya memang sedikit miris itu karena dari sisi pengawasan di asuransi terutama di Asabri itu berlapis sekali, bayangkan saja internal ada dewan komisaris, ada one audit internal, eksternal itu ada TNI, ada Inspektorat Jenderal, Polri ada Irwasum, ada Departemen Keuangan, ada BPK, ada OJK bahkan ada satu yang bapak lalai untuk sebutkan disitu adalah Komisi VI DPR RI,” paparnya.

Lebih jauh Ketua DPD Gerindra Maluku ini, praktik korupsi di tubuh Asabri dilakukan oleh para pelaku-pelaku bisnis yang memiliki masalah moral. Untuk itu, Lewerissa menegaskan jika pengawasan terhadap Asabri adalah tugas dan tanggung jawab Komisi VI DPR RI, karena perusahan-perusahan di bawah BUMN adalah mitra kerja. Lewerissa juga optimis, jajaran pimpinan baru Asabri ini bisa membawa perusahan plat merah ini keluar dari kehancuran.

“Kalau bisa terjadi skandal di perusahan asuransi dan termasuk Asabri, yaitu tidak lain dan tidak bukan itu masalah moral hazard, masalah resiko moral dari para pelaku-pelaku bisnis di industri-industri asuransi tersebut. Karena kewajiban konstitusional kita sebagai anggota DPR adalah melakukan pengawasan terhadap BUMN-BUMN yang merupakan mitra kerja Komisi VI. Jadi saya mau komplen juga buat pak Demer (Komisaris Asabri) sebagai pimpinan, karena kita juga lalai melakukan pengawasan terhadap Asabri, saya harus sportif mengatakan demikian pak,” ujarnya.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait