PPKM Mikro Resmi Diperpanjang, Pengunjung Cafe dan Pusat Perbelanjaan Dibatasi 25 Persen

PPKM Mikro Resmi Diperpanjang, Pengunjung Cafe dan Pusat Perbelanjaan Dibatasi 25 Persen

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Pemerintah resmi perpanjang kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2021. Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 14 Tahun 2021.

“PPKM Mikro tujuan utamanya adalah untuk kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan,” kata Mendagri.

Hal ini, kata Mendagri, didasari oleh lonjakan  kasus penularan Covid-19 di tanah air pasca libur lebaran.  Timbulnya klaster penularan dari tempat ibadah, perkantoran, hingga tempat hajatan, serta melihat rendahnya kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. 

Sementara itu, dalam Inmendagri Nomor 14 Tahun 2021 terdapat pengaturan lebih ketat dalam pembatasan aktivitas masyarakat, di antaranya tercantum dalam poin kesembilan sebagaimana Inmendagri tersebut. PPKM Mikro yang dilakukan bersamaan dengan PPKM Kabupaten/Kota tersebut mengatur pelaksanaan kegiatan perkantoran/tempat kerja (Perkantoran Pemerintah/ Kementerian/ Lembaga/Pemerintah Daerah, Perkantoran BUMN/BUMD/Swasta). Untuk Kabupaten/Kota selain Zona Merah pembatasan dilakukan dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 50% dan Work From Office (WFO) sebesar 50%. Sementara untuk Kabupaten/Kota yang berada dalam Zona Merah pembatasan dilakukan dengan menerapkan WFH sebesar 75% dan WFO sebesar 25%. 

“Kegiatan perkantoran di zona merah, 25% working from office, kemudian 75% working from home,” ujarnya.

PPKM Mikro di Inmendagri Nomor 14 Tahun 2021 juga mengatur pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall; makan/minum di tempat) sebesar 25% dari kapasitas; jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 20.00 waktu setempat. 

Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan: pembatasan jam operasional sampai dengan Pukul 20.00 waktu setempat; dan pembatasan kapasitas pengunjung sebesar 25% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. 

“Masalah kegiatan keagamaan di zona merah itu diminta untuk beribadah di tempat masing-masing,” tegasnya.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait