Dinilai Berkirim Surat Mengemis ke Kantor Dubes, DPRD Diminta Pecat Anies Baswedan

Dinilai Berkirim Surat Mengemis ke Kantor Dubes, DPRD Diminta Pecat Anies Baswedan

Anies Baswedan. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Ulah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berkirim surat permohonan bantuan untuk perlengkapan isolasi pasien tanpa gejala kepada para Duta Besar dinilai telah mempermalukan bangsa Indonesia. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta diminta segera melakukan Hak Interpelasi guna memecat Anies Baswedan dari jabatannnya sebagai Gubernur.  

Hal itu disampaikan oleh Ferdinand Hutahaean dalam video yang diunggahnya dalam akun instagram pribadinya. Anies dinilai sudah tak sanggup lagi mengurus ibukota DKI Jakarta.

"Jika memang tak sanggup lagi mengurus Jakarta, harusnya dia (Anies Baswedan.red) melaporkan situasi kepada pemerintah pusat, kepada Presiden, kepada Mendagri atau kepada Menkes, bukan mengirimkan surat mengemis kepada bangsa asing " tulis Ferdinand dalam unggahan videonya tersebut.

Diterangkan Ferdinand, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sudah mencoreng muka Indonesia, dimata dunia dengan ulahnya berkirim surat ke dubes-dubes asing yang berkantor di ibukota.

"Anies Baswedan melakukan kesalahan fatal, sudah mempermalukan Indonesia, mencoreng nama baik Indonesia, kalau saja memang DPRD DKI Jakarta masih bener, masih bersih, saya berharap agar Ketua DPRD DKI Jakarta Pak Prasetyo melakukan rapat paripurna, mengajukan interpelasi, dan mengusulkan pemberhentian Gubernur Anies Baswedan kepada Presiden " papar Ferdinand dalam video tersebut.      

Permintaan Ferdinand ini sebelumnya berawal dari surat yang beredar di media sosial dari Biro Kerja Sama Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang meminta bantuan kepada sejumlah duta besar untuk fasilitas isolasi mandiri pasien Covid-19 di Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara.

Surat yang ditujukan kepada dubes negara asing tersebut tertanggal 28 Juni 2021 dan ditandatangani oleh Andhika Permata, Kepala Biro Kerja Sama Daerah Pemprov DKI.

Dalam surat itu tertera sejumlah barang yang perlu dipenuhi, di antaranya masing-masing 5 ribu buah vellbed, meja lipat kecil, ember, sapu, kipas berdiri, dan lain-lain. Ada juga kebutuhan 500 unit dispenser air, 8 unit komputer, 5 unit printer, dan 2 unit laptop.

Kemudian dalam surat tersebut juga menyertakan barang-barang yang diperlukan untuk memaksimalkan ruang isolasi di rumah sakit daerah DKI, seperti 30 unit ventilator, 20 buah tenda serba guna, 300 buah matras, dan sejumlah barang lainnya.

Dan pada bagian akhir, surat itu menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta sangat terbuka jika kedutaan berniat untuk berkontribusi untuk pemenuhan barang-barang tersebut.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait