Utang Rp.1,91 T Baru Bayar Rp 5 M, Pemerintah Buru Keluarga Bakri Bayar Utang Lapindo

Utang Rp.1,91 T Baru Bayar Rp 5 M, Pemerintah Buru Keluarga Bakri Bayar Utang Lapindo

Lumpur Lapindo (Foto: sidoarjonews.id)

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tegaskan akan terus mengejar pelunasan utang anak usaha Lapindo Brantas Inc, PT Minarak Lapindo untuk elunasi pembelian tanah dan bangunan warga korban luapan lumpur lapindo, Sidoarjo. Perusahaan ini merupakan milik keluarga Bakrie dengan total dana talangan Rp 773,8 Miliar. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Rionald Silaban, yang dikutip dari kompas.com, Sabtu (17/6/2021).

"Saya mau kasih tau saja prosesnya. Memang yang bersangkutan itu sudah berkirim surat terkait dengan bagaimana mereka melunasi kewajibannya," kata Rio.

Menurutnya, perusahaan terserbut sempat mengirimkan surat untuk menanyakan besaran utang yang perlu dibayarkan. Pihak Kemenkeu juga telah membalas surat tersebut.

"Soal nilai, kita sudah membalas. Menurut kita nilai yang sudah dibebankan kepada pemerintah itulah yang seyogyanya menjadi tanggung jawab," beber Rio. 

Berdasarkan data audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2019, total utang Lapindo Brantas dan Minarak hingga Desember 2019 kepada pemerintah sebesar Rp 1,91 triliun. Terdiri dari pokok utang sebesar Rp 773,38 miliar, bunga Rp 163,95 miliar, dan denda Rp 981,42 miliar. Sementara itu, pembayaran yang baru dilakukan oleh perseroan pada Desember 2018 adalah sebesar Rp 5 miliar.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait