Hakim Baca Putusan Korupsi Menteri KKP, Alamak Ada Nama Politisi Golkar dan Fahri Hamzah Disebut

Hakim Baca Putusan Korupsi Menteri KKP, Alamak Ada Nama Politisi Golkar dan Fahri Hamzah Disebut

 Mantan Menteri KKP, Edhy Prabowo (Foto: kkp.go.id)

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Majlis Hakim putuskan  Mantan Menteri KKP, Edhy Prabowo terbukti bersalah dalam kasus suap Rp 25,7 miliar dari pengusaha eksportir benih bening lobster (BBL) atau benur. Dikutip dari detik.com, Kamis (15/7/2021), Hakim Ali Muhtarom di Pengadilan Tipikor Jakarta mengatakan, Edhy melakukan intervensi kepada anggotanya untuk segera memproses sejumlah perusahaan yang disebut sebagai koleganya.

"Berdasarkan saksi Andreau Misanta Pribadi, dan Safri di sidang yang menerangkan bahwa para saksi pernah diperintah terdakwa untuk membantu atau mempercepat proses perizinan budidaya dan ekspor dari perusahaan tertentu yang menjadi kolega terdakwa," ujarnya.

Salah satunya adalah Safri selaku stafsus dan wakil ketua tim uji tuntas ekspor benur segera memproses perusahaan yang terafiliasi dengan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

"Hal tersebut diperkuat bukti screenshot WA antara terdakwa dengan saksi Safri, screenshot terdakwa dengan Safri 15 Mei 2020-22 Mei 2020 'Saf itu orangnya Pak Azis Syamsuddin Wakil Ketua DPR, mau ikutan budidaya lobster, Novel Esda, dijawab Safri 'oke bang'," ungkapnya.

Dari kasus ini, Hakim menjatuhkan vonis pada Edhy dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan. Edhy juga harus membayar uang pengganti yang totalnya senilai Rp 10 miliar. Selain itu, hak politik Edhy untuk dipilih dicabut selama 3 tahun setelah menjalani masa pidana pokok.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait