Dari Peningkatan Realisasi Belanja APBD Hingga Insentif Nakes, ini Permintaan Mendagri Saat Kunker ke Cirebon

Dari Peningkatan Realisasi Belanja APBD Hingga Insentif Nakes, ini Permintaan Mendagri Saat Kunker ke Cirebon

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian lakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Cirebon dan laksanakan pertemuan bersama Bupati Cirebon beserta jajaran, Rabu (28/7/2021).

BUKAMATA.CO, CIREBON - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian lakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Cirebon dan laksanakan pertemuan bersama Bupati Cirebon beserta jajaran, Rabu (28/7/2021).

Mendagri meminta agar Pemerintah Kabupaten Cirebon segera meningkatkan realisasi belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021.

Mendagri menjelaskan, dari data yang dihimpun dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri per 27 Juli 2021, realisasi belanja Pemkab Cirebon baru menyentuh angka 30,28%, sementara realisasi pendapatannya baru 41,37%. 

"Saat ini realisasi belanjanya) baru 30-an%. Supaya ada uang yang beredar di masyarakat, kalau bisa targetnya 40-50%, karena ini sudah masuk menjelang akhir Juli," kata Mendagri.

Mendagri pun meminta agar penyerapan belanja pemerintah daerah dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Mendagri berharap, dengan mempercepat penyerapan belanja pemda, terutama belanja modal, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal dua tahun 2021. 

"Sebentar lagi kita masuk Agustus, masuk bulan ke-8, realisasinya sebaiknya di atas 50%, uang beredar di masyarakat akan memancing swasta, dan kemudian terjadi peredaran uang di masyarakat, meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga ekonomi bisa tetap bertahan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga meminta agar realisasi anggaran insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) ditingkatkan. Pasalnya, berdasarkan data dari Kementerian Keuangan dan laporan pemerintah daerah yang diolah pada 24 Juli 2021, jumlah realisasi itu masih terbilang rendah yakni berada pada angka 16,73 persen. 

"Menjadi catatan penting, insentif tenaga kesehatan, tolong ditingkatkan karena baru 16 persen lebih," ungkapnya.

Tenaga kesehatan, kata Mendagri, merupakan garda terdepan dalam menangani pandemi Covid-19. Ia menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Cirebon memiliki alokasi anggaran insentif nakes sekitar Rp 51,89 miliar. 

"Mohon dengan hormat, Bapak Bupati untuk diatur betul supaya bisa dicairkan pada mereka yang berhak," pintanya.

Mendagri juga menerangkan,  kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon relatif menurun. Selain itu, keterisian tempat tidur rumah sakit (Bed Occupancy Ratio) juga telah mengalami penurunan menjadi 70 persen. 

"Kita tentu tidak mengharapkan adanya kematian, tapi dari segi statistik terjadi penurunan yang signifikan, itu menunjukkan treatment yang baik dari sistem kesehatan yang ada di Kabupaten Cirebon," imbuhnya.

Dia berharap laju pandemi di kabupaten tersebut dapat lebih terkendali dengan memperbaiki sejumlah penanganan. 

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait