Soal Penyerangan Ahmadyah di Sintang, Ferdinand Hutahaean Minta Jangan Ada Oknum Salahkan Polri

Soal Penyerangan Ahmadyah di Sintang, Ferdinand Hutahaean Minta Jangan Ada Oknum Salahkan Polri

Ferdinand Hutahaean

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Ferdinand Hutahaean Ketua, Yayasan Keadilan Masyarakat menilai polisi tentu punya analisa dan Prosedur Tetap (Protap) dalam mengatasi massa apalagi kata dia yang mengatasnamakan agama. Dia berharap sebaiknya jangan ada yang buru-buru menyalahkan Polri seolah aparat melakukan pembiaran terkait penyerangan massa terhadap kelompok Ahmadiyah.

"Peristiwa penyerangan oleh sekelompok orang terhadap fasilitas Jamaah Ahmadyah di Sintang Kalimantan Barat perlu disikapi secara hati-hatin dan bijaksana. Mungkin memang bagi sebagian pihak menyesalkan mengapa aparat pada saat kejadian tidak menangkap para pelaku pada saat itu juga. orang akan melihat itu sebagai sesuatu yang janggal. Pendapat Itu wajar dan normal keluar dari masyarakat " kata mantan anak buah SBY ini, kepada bukamata.co, Senin, 6 September 2021, di Jakarta.

"Berhadapan dengan massa yang marah dan beringas tentu harus hati-hati apalagi massa yang mengatas namakan agama, konfliknya bisa membesar dengan cepat dan membuat kondusifitas terganggu semakin luas. Semua pasti ada perhitungan resikonya dari pihak Polri " kata dia lagi. 

Namun kata Ferdinand semua pihak sudah pasti mengecam penyerangan tersebut, dan sekarang ia meminta kepada Polri untuk mengusut peristiwa penyerangan tersebut dan memproses hukum para pelaku.

Menurut Ferdinand kejadian tersebut tidak boleh dibiarkan, karena bepotensi akan membesarkan gerakan-gerakan radikalis berkembang.

Ferdinand berharap dan percaya bahwa Polri tidak akan tinggal diam serta akan menindak para pelaku. Polri kata dia tentu tak akan membiarkan kelompok-kelompok radikalis melakukan pelanggaran hukim dan pelanggaran HAM.

"Selain itu, kita berharap kepada para ulama dan tokoh-tokoh agama agar memberi pencerahan kepada masyarakat bahwa perbedaan bukanlah kejahatan dan bukan permusuhan. Ulama dan tokoh agama mestinya mengajarkan persatuan karena dengan persatuanlah bangsa ini bisa damai dan semua pihak bisa menjalankan keyakinnya masing-masing tanpa ada yamg merasa paling benar dan paling merasa memiliki surga " tukas Ferdinand.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait