Mantan Kepala Sekolah Laporkan Sejumlah Pengurus Yayasan Atas Kasus Dugaan Penggelapan Hak, Pemalsuan dan Pencemaran Nama Baik

Mantan Kepala Sekolah Laporkan Sejumlah Pengurus Yayasan Atas Kasus Dugaan Penggelapan Hak, Pemalsuan dan Pencemaran Nama Baik

Bukti laporan dugaan Tindak Pidana Penggelapan Hak dan Pemalsuan serta Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik melalui Media Sosial ke Polda Riau, Selasa (21/9/2021).

BUKAMATA.CO, PEKANBARU - Mantan Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah Yayasan Pendidikan DTB dan SDA di Pekanbaru RM (45) laporkan sejumlah oknum Pendiri dan Pembina Yayasan atas dugaan Tindak Pidana Penggelapan Hak dan Pemalsuan serta Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik melalui Media Sosial ke Polda Riau, Selasa (21/9/2021). Laporan ini dibenarkan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi, Selasa (21/09/21/2021). 

Kombes Pol Sunarto menjelaslan, RM mendapati tanda tangannya telah dipalsukan oleh oknum untuk beberapa keperluan dan adanya dugaan Penggelapan Hak sejumlah Guru. RM juga menemukan sejumlah narasi diduga bermuatan Pencemaran Nama Baik atas dirinya oleh oknum Pendiri dan Pembina Yayasan. Ia pun kemudian melapor ke Ditreskrimsus. 

"Benar laporan sudah diterima. Dugaan Pemalsuan di Ditreskrimum (Direktorat Reserse Kriminal Umum) dan dugaan Pencemaran Nama Baik di Ditreskrimsus (Direktorat Reserse Kriminal Khusus). Semuanya masih dalam lidik (Penyelidikan, red)," ungkapnya. 

Sebelumnya, RM dipecat secara sepihak oleh yayasan pada 16 Juli 2021 dan ia menemukan adanya oknum pegawai yang diperintahkan untuk memalsukan tanda tangannya. 

"Ia mengaku, dipecat tanpa sesuai prosedur lantaran kerap menolak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan," terangnya. 

Tak hanya itu, RM juga membongkar dugaan penggelapan hak dan pemalsuan guru-guru Yayasan yang diduga dilakukan oleh oknum terkait Laporan Gaji ke BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp3,2 Juta. Namun, Gaji yang dibayarkan ke Guru sebesar Rp1 Juta hingga Rp1,6 Juta. 

Selain itu juga didapati bukti tidak disetorkannya BPJS Ketenagakerjaan para Guru selama satu tahin pada September 2019 lalu. Padahal, menurut pelapor, setiap bulannya pada tanggal 5, uang BPJS sebesar Rp157 Ribu dari gaji guru selalu dipotong untuk setor ke BPJS. 

Terakhir, pada Jumat 30 Juli 2021, sekitar pukul lalu, RM mengaku telah melihat dan membaca Status Sosial Media Whatsapp oknum Pembina Yayasan, yang narasinya bermuatan Pencemaran Nama Baik terhadap dirinya.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait