Inisiator GNK Minta Ketum Parpol Berani Tertibkan Kader yang Bikin Gaduh di Tengah Pandemi

Inisiator GNK Minta Ketum Parpol Berani Tertibkan Kader yang Bikin Gaduh di Tengah Pandemi

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid.

BUKAMATA.CO, JAKARTA -  Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid, minta semua partai politik tertibkan para kadernya dalam menyampaikan pendapat. Tujuannya, agar tidak menimbulkan kegaduhan di publik di tengah rakyat masih berjuang menghadapi pandemi Covid-19 dan ancaman bencana alam.

"Partai harus bisa mempersatukan kadernya, menertibkan kadernya dalam berpendapat, jangan membuat gaduh di era pandemi ini," kata Habib Syakur dalam keterangannya, Senin (15/11/2021). 

Habib Syakur menilai, apabila ketua umum partai politik tidak mampu menertibkan kader-kadernya dalam mengeluarkan pernyataan, justru akan mendapat dampak negatif ialah partai itu sendiri. Karena, kepercayaan rakyat pada partai akan semakin menurun. Untuk itu, ketum parpol harus tegas kepada kadernya, bila terus membuat ulah, sebaiknya perlu diberi sanksi, bukan hanya teguran.

"Ketum partai harus menertibkan kadernya dalam berpendapat. Apalagi ini kan lagi masa pandemi, semua rakyat berduka tentang pandemi. Seandainya kalau gaduh terus, negara ini kapan bisa merdeka dari pandemi," tegasnya.

"Kalau parpol tidak menertibkan kader-kadernya selama Covid-19, rakyat akan semakin tidak bersimpati dan kepercayaan rakyat semakin menurun kepada partai, karena suasana terus dibuat gaduh oleh kadernya, meskipun sudah berusaha membangun citra yang baik," sambungnya.

Habib Syakur juga menyarankan ketua umum parpol lebih bijaksana lagi dalam mengedukasi para kadernya. "Harus bijaksana dalam membimbing kader-kadernya, jangan sampai liar. Dan, terima kasih kepada partai yang sudah menegur kadernya," ucap dia.

Lebih lanjut, Habib Syakur juga menyoroti bencana selain pandemi Covid-19, yaitu bencana alam. Menurutnya, di tengah banyaknya bencana alam baik banjir bandang, longsor yang telah memakan korban, sudah semestinya semua elemen masyarakat, khususnya pejabat publik eksekutif maupun legislatif, bergandengan tangan saling membantu meringankan beban bagi mereka yang terdampak. 

"Sekarang itu rakyat lebih teliti lebih cerdik. Kalau terus membuat suasana menjadi gaduh, bisa jadi rakyat tidak perlu partai dalam menyampaikan aspirasinya, kan sudah ada sosial media yang bisa langsung atau direct untuk menyampaikan aspirasi ke pemerintah. Karena itu, partai harus lebih bijaksana meyikapi dinamika setiap dinamiak, dan kader-kadernya harus peduli terhadap penderitaan yang sedang dihadapi rakyat, baik pandemi maupun bencana alam sekarang ini," tukas Habib Syakur.

Sebelumnya diberitakan, Juru Bicara Partai Gerindra, Habiburokhman, menyebut Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Fadli Zon, telah ditegur oleh Ketum Gerindra, Parabowo Subianto. Teguran diberikan Prabowo melalui Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. Adapun teguran itu terkait kicauan Fadli Zon di akun twitternya yang menyindir Presiden Joko Widodo soal banjir yang terjadi di Sintang. 

Habiburokhman juga menegaskan apa yang disampaikan Fadli Zon tidak mewakili Partai Gerindra. 

"Soal tweet Pak Fadli Zon soal Sintang, kami perlu meluruskan jika statement tersebut tidak mewakili fraksi ataupun partai," kata Habiburokhman. 

Partai Gerindra pun turut menyampaikan permohonan maaf karena cuitan Fadli Zon tersebut menimbulkan ketidaknyamanan. 

"Kepada beliau sudah diberikan teguran dan kami juga meminta maaf apabila statement tersebut menimbulkan ketidaknyamanan," ujarnya.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait