Pangdam II/Sriwijaya Pimpin Rakor Optimalisasi Lahan Rawa di Kabupaten Banyuasin

Pangdam II/Sriwijaya Pimpin Rakor Optimalisasi Lahan Rawa di Kabupaten Banyuasin

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi Pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Optimasi Lahan Rawa di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) TA 2021 di Ruang Gatot Subroto, Makodam II/Swj, Kota Palembang, Rabu (24/11/2021).

BUKAMATA.CO, BANYUASIN - Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi Pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Optimasi Lahan Rawa di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) TA 2021 di Ruang Gatot Subroto, Makodam II/Swj, Kota Palembang, Rabu (24/11/2021).

Rapat tersebut, turut dihadiri oleh Aster Kasdam II/Swj Kolonel Arh Fithrizal Setiawan, Kadistan Provinsi Sumsel Dr Ir R Bambang Pramono, Kabid PSP Provinsi Sumsel, Kepala Pertanian Kabupaten Banyuasin, Kadistan Tanaman Pangan Holtikultura Kabupaten Banyuasin dan Kepala Tim Konsulat Pengawas.

Pangdam II/Swj Mayjen TNI Agus Suhardi dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan semoga pekerjaan untuk mengoptimalisasi lahan rawa ini sampai kedepannya dapat berjalan dengan baik.

"Mudah-mudahan kendala-kendala yang dilaksanakan nanti dapat kita eliminir sekecil-kecilnya, sehingga kedepannya kita dapat memiliki banyak wadah. Dan progres-progres berjalan dengan baik," tutur Pangdam.

Sementara itu, Aster Kasdam II/Swj Kolonel Arh Fithrizal Setiawan memaparkan bahwa, secara umum pekerjaan optimasi lahan rawa yang dilaksanakan terkendala oleh faktor alam (curah hujan tinggi).

"Apabila dilihat dari sisa waktu yang ada sehingga perlu diadakan adendum kontrak tentang penambahan waktu," ujarnya.

Selanjutnya, terdapat dua lokasi yaitu desa Tebing Abang, warga meminta ganti rugi dan desa Rantau Harapan yang terkendala oleh warga tidak setuju, sehingga perlu adanya penyelesaian terkait perizinan lokasi tersebut.

"Kemudian, terdapat tiga lokasi (820 Ha) tidak memungkinkan untuk dikerjakan yaitu, desa Kemang Bejalu, Penandingan dan Semuntul yang terkendala oleh faktor alam (curah hujan tinggi), menurut keterangan dari Kades dan warga setempat bahwa, air akan surut hingga bulan Juni sampai Agustus," paparnya. 

Sehingga, Aster Kasdam menambahkan, pekerjaan hanya dapat dilaksanakan pada rentan waktu tersebut dan membutuhkan adendum kontrak tentang penambahan waktu sampai tahun depan.

"Lokasi yang masih memungkinkan untuk dikerjakan, akan diupayakan dengan penambahan alat sedangkan lokasi yang berat untuk dikerjakan akan diupayakan skala prioritas (pengadaan pompa, dan lain-lain)," urai Kolonel Arh Fithrizal. (Hadi ST)

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait