Harga Bitcoin Turun, Ini Rekomendasi Aset Kripto

Harga Bitcoin Turun, Ini Rekomendasi Aset Kripto

Ilustrasi Bitcoin (Foto Net)

BUKAMATA.CO, JAKARTA— Harga Bitcoin masih terus turun di awal tahun ini. Meskipun dominan aset kripto besar juga mengalami penurunan karenanya, namun masih ada aset kripto yang naik. 

Di tulis Indodax Academy, sebuah situs analisa market dari Indodax, aset kripto Hedge atau Bitcoin short adalah salah satu rekomendasi saat ini. Aset kripto Hedge sama dengan Bitcoin yang bisa ditukar ke BTC to IDR, Hedge juga bisa ditukarkan ke Rupiah. 

Hedge merupakan aset kripto short atau kebalikan dari harga Bitcoin itu sendiri. Tidak hanya Hedge, aset kripto jenis lainnya seperti ETH/Hedge dan XRP/Hedge juga merupakan kebalikan dari masing-masing kripto aslinya, yaitu Ethereum dan Ripple. 

Selain Hedge, aset kripto yang diprediksi akan naik pada pekan ini adalah Solana (SOL). Satu proyek Blockchain yang sangat diharapkan dan ditunggu gigi macannya. Solana berkesempatan untuk membantu kebangkitan aset kripto.

Pasalnya, pemerintah El Salvador akan menawarkan pinjaman berbasis cryptocurrency kepada perusahaan kecil. Conamype, Komisi Nasional untuk Usaha Mikro dan Kecil, akan menjadi penghubung antara investor dan protokol keuangan terdesentralisasi yang disebut Acumen, yang akan dapat menyediakan pendanaan dalam stablecoin. Tujuannya adalah untuk membantu investor kecil yang tidak memiliki kredibilitas kredit.

Pengumuman ini dibuat oleh Paul Steiner, Presiden Conamype, dan Mónica Taher, yang bertanggung jawab atas Tech & Economic International Affairs. “Organisasi tersebut akan pendanaan menyediakan senilai US$10 juta untuk perusahaan-perusahaan ini menggunakan Acumen, yaitu protol keuangan terdesentralisasi yang menggunakan sistem Solana,” katanya. 

Dalam tiga pekan beruntun, harga Bitcoin dan beberapa kripto mencatatkan koreksi hingga nyaris 30%. untuk kripto Bitcoin saja, koreksi harganya dalam tiga pekan terakhir mencapai 25,28% dan juga masih jauh dari harga rekor tertingginya di US$ 69.000 yang dicetak pada November tahun lalu.

Saat ini, kripto Bitcoin masih diperdagangkan di bawah level psikologis US$ 40.000, yakni di kisaran level US$ 35.000. Bahkan, koin digital berkapitalisasi pasar 'jumbo' tersebut sempat menyentuh kisaran level US$ 34.000 pada dini hari tadi waktu Indonesia, sekitar pukul 03:00.

Namun, penurunan ini disinyalir tidak akan berlangsung lama. Pemimpin Redaksi dan analis kripto dari Blockchainmedia.id Vinsensius Sitepu mengatakan, penurunan ini terjadi karena isu tapering dari Bank Sentral Amerika Serikat yaitu AS. 

“Harga dollar menguat, sehingga orang-orang lebih cenderung menjual bitcoin dan aset kripto lain, bahkan juga saham mereka ke aset lain yang lebih stabil. Tetapi, ini hanya kondisi sementara saja,” katanya. 

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait