Giliran Kejari Siak Diserbu Pendemo Desak Usut Dugaan Korupsi Rp.300 M Zaman Syamsuar

Giliran Kejari Siak Diserbu Pendemo Desak Usut Dugaan Korupsi Rp.300 M Zaman Syamsuar

Demonstrasi di Kejari Siak hari Senin, 13, Juni, 2022

BUKAMATA.CO, PEKANBARU - Iwan Pansa, Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kota Pekanbaru, Senin (13/6/2022) siang menyatakan bahwa organisasi yang dia pimpin ikut serta pada aksi unjuk rasa di Kejari Siak. Aksi unjuk rasa itu mendesak agar Kejari Siak mengusut tuntas soal dugaan korupsi di daerah setempat.

"Benar aksi di Siak hari ini adalah merupakan instruksi dari kami sebagai bentuk solidaritas atas perjuangan kami menggelar unjuk rasa besar-besaran di Kota Pekanbaru dan di Kejaksaan Agung," kata Iwan Pansa kepada bukamata.co, Senin siang.

Dikatakan Iwan P, aksi yang mereka lakukan ini sebagai bentuk perlawanan Pemuda Pancasila melawan korupsi di Bumi Lancang Kuning ini.

Karena sebelumnya juga mereka melakukan aksi unjuk rasa menuntut pengusutan kasus dugaan korupsi dana hibah Pemkab Siak periode 2011 hingga 2019 di Kejaksaan Agung RI di Jakarta pada, 10 Juni 2022.

Dan hari ini pada Senin (13/6/2022) siang, massa Pemuda Pancasila dan mahasiswa kembali menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan kantor Kejari Siak.

Tak hanya mendesak jajaran kejaksaan mengusut kasus dana hibah, massa juga mendesak kejaksaan menjalankan tugas mengusut dugaan korupsi SPPD fiktif dan pengadaan barang dan jasa di sekretariat DPRD Siak periode 2014-2019.

Tak tanggung-tanggung, massa mengusung spanduk besar bergambar mantan Bupati Siak yang kini menjadi Gubernur Riau Syamsuar, Ketua DPRD Siak Indra Gunawan dan dua orang dekat Syamsuar yakni Ikhsan ST dan Ulil Amri.

Massa menduga, keempatnya terlibat dalam kasus korupsi senilai setidak-tidaknya sebesar Rp 300 miliar tersebut.

Aspirasi tersebut menurut Koordinator aksi Agus Saputra dan koordinator mahasiswa Oji mengutarakan kepada wartawan, massa mendesak kejaksaan untuk tidak ragu dan tidak gentar menangani kasus besar sekelas kasus dugaan korupsi dana hibah Kabupaten Siak 

Sebelumnya juga aassa mendesak Kejagung turun tangan lantaran menilai Kejati Riau tidak mampu membongkar dugaan perampokan uang rakyat tersebut.

Tak hanya membentang spanduk bertuliskan desakan tersebut, massa juga memampang gambar Gubernur Riau Syamsuar dan juga gambar Kajati Riau Jaja Subagja.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait