Pengamat ini Sebut Perombakan Kabinet Dilakukan Jokowi Banci, Menteri Bermasalah Masih Dipertahankan

Pengamat ini Sebut Perombakan Kabinet Dilakukan Jokowi Banci, Menteri Bermasalah Masih Dipertahankan

Fernando, Direktur Rumah Politik Indonesia (Foto Genpi.co)

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Fernando EMas, Direktur Rumah Politik Indonesia menilai perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mencerminkan untuk memperbaiki kinerja kementerian yang dipimpinnya.

"Resuffle banci karena hanya menyasar menteri yang tidak memiliki partai politik dan hanya untuk mengakomodir PAN (Partai Amanat Nasional) dan Hadi(Tjahjanto)  sebagai orang dekat Jokowi " kata dia kepada wartawan, Kamis, 15, Juni, 2022 melalui keterangan pers.

Dia juga menuding bahwa PDI Perjuangan sangat menginginkan Menteri Dalam Negeri kembali dijabat oleh kadernya.

"Sementara beberapa menteri yang juga gagal dalam menjalankan tugasnya namun karena berasal dari partai politik  atau dekat dengan partai politik yang berkuasa tetap dipertahankan " ucap dia.

Fernando mencontohkan menteri-menteri yang gagal itu antara lain,  Johnny G. Plate, Menteri Kominfo dia kata Fernando gagal mengawal pemberitaan dan media sosial yang masih banyak konten-konten provokasi.

"Begitupula dengan Wamen Kominfo yang berasal dari Partai Perindo juga tidak memiliki prestasi, tapi anak Hari Tanoe, cuma viral waktu pingsan di Solo aja " ungkap dia.

Kemudian Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dia menilai juga gagal dalam melaksanakan keinginan Jokowi yang menginginkan kebutuhan pangan tidak lagi impor.

Selanjutnya Abdul Halim Iskandar yang gagal memimpin Kemendes PDTT, Abdu Hakim Iskandar ini kata dia adalah orang yang mengarahkan kepala desa berbicara 3 periode dalam acara Silaturahmi Nasional Apdesi 2022.

Selain itu dosa Abdul Hakim Iskandar ini juga tentang indikasi pejabat kementerian yang dipimpinnya sempat diberitakan diduga memperjualbelikan jabatan.

Selanjutnya Menteri Perindustrian yang berasal dari Golkar, kader PDI Perjuangan Risma yang saat ini menempati posisi Menteri Sosial dan juga, Sandiaga Uno yang merupakan representasi Gerindra tidak memiliki prestasi namun masih dipertahankan oleh Jokowi.

"Selain itu Menteri Tenaga Kerja yang sempat membuat gaduh para tenaga kerja karena kebijakannya mengenai Jaminan Hari Tua (JHT) karena representasi PKB.

Menteri ESDM yang pernah ditegur oleh Jokowi namun karena memiliki kedekatan dengan partai penguasa masih dipertahankan oleh Jokowi " beber dia.

Bahlil juga kata dia salah satu menteri yang gagal namun tetap dipertahankan Jokowi karena salah satu menteri yang pernah menyuarakan mengenai penundaan pemilu mengatasnamakan pengusaha. Selain itu juga hanya membuat acara seremonial untuk menyenangkan hati Jokowi.

"Saya melihat Jokowi sangat tersandera oleh kepentingan partai politik sehingga tidak mau berkonflik dengan partai politik demi kepentingan 2024. Selain itu orang sekeliling Jokowi juga punya kepentingan pribadi dengan memberikan masukan kepada Jokowi karena biasanya 80 persen keputusan dipengaruhi oleh orang sekelilingnya " kata dia.

Menurut Fernando, kalaupun Jokowi ingin tetap mempertahankan menteri yang tidak memiliki prestasi dari partai politik, sebaiknya Presiden mengangkat Wamen dari kalangan loyalisnya bukan dari parpol untuk memastikan program pemerintahannya berjalan dengan baik.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait