Tanggapi Soal ASN DLHK Memeras, Mardianto Minta Syamsuar Evakuasi Kadis Bermasalah

Tanggapi Soal ASN DLHK Memeras, Mardianto Minta Syamsuar Evakuasi Kadis Bermasalah

Mardianto Manan, Anggota Komisi IV DPRD Riau

BUKAMATA.CO, PEKANBARU - Mardianto Manan, anggota Komisi IV DPRD Riau mengecam keras perilaku korup Aparatur Sipil Negara (ASN) yang yang terjadi di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehuatanan (DLHK) Provinsi Riau pada Senin, 18, Juli, 2022 kemarin di Kabupaten Pelalawan. Dia minta Syamsuar selaku Gubernur Riau bertindak tegas untuk mencopot Kepala Dinas (Kadis) yang gagal memimpin instansi banyak masalah.

Hal itu dia sampaikan menanggapi penangkapan 4 ASN dari DLHK Provinsi Riau karena memeras warga pada Senin, 18, Juli, 2022, sekitar pukul 17.05 Wib di Desa Segati Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

"Untuk sekian kalinya saya bilang pak gubernur evakuasi (copot.red) kadis-kadis yang banyak masalah di instansinya ini, karena bagaimanapun beliau harus bertanggung jawab terhadap anak buahnya " kata Mardianto, Rabu, 20, Juli, 2022, kepada wartawan, di Pekanbaru.

Baca Juga : Anak Buahnya Ditangkap Memeras, Kadis DLHK Riau Irit Bicara

Lantaran jabatan diberikan kepada pejabat berperilaku korup ini lah kata Mardianto, hutan di Riau jadi luluh lantak.

"Karena mereka ( pejabat negara korup) yang harusnya menjaga tapi justru dia (pelaku.red) yang hancurkan " tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Riau ini.

"Kadang kesal kita, lebih elok pula hutan diserahkan ke Harimau dan beruk, lebih lestari hutan kita. Daripada kita serahkan ke manusia serakah saat ini " kecamnya lagi.

Diberitakan sebelumnya Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort (Polres) Pelalawan pada Senin, 18, Juli, 2022, sekitar jam 17.05 Wib, menangkap empat PNS di DLHK Provinsi Riau lantaran kedapatan memeras warga,

Empat ASN itu masing-masing laki-laki berinisial MAG 41 tahun, HS, 51 tahun dia bertugas di Kesatuan Pengelolaan Hutan Sorek, BUS, 44 tahun, dan TEL, 54 tahun.

Ke empat PNS DLHK Provinsi Riau ini, berdasarkan keterangan yang diberikan Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Muhammad Tariq, kepada bukamata.co, diduga melakukan Tindak Pidana atau korupsi yang dilakukan Pegawai negeri atau penyelenggara negara.

Dugaan korupsi itu untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan menyalahgunakan kekuasaan memaksa seseorang memberikan sesuatu, atau membayar dengan menerima pembayaran atau potongan untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.

Diterangkan AKBP Guntur, kejadian itu berawal dari informasi dari masyarakat yang melaporkan adanya tindak pidana korupsi oleh oknum PNS DLHK Provinsi Riau. Empat PNS DLHK Provinsi Riau mendatangi pekerja yang sedang mengoperasikan alat berat eksavator di Desa Segati Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan.

"Setelah mendapat informasi tersebut petugas menjumpai 4 orang oknum petugas Gakkum Kementrian Lingkungan Hidup (KLHK) Provinsi Riau yang telah menerima uang sebesar Rp. 6.800.000, atas kejadian tersebut terlapor dan barang bukti dibawa dan diamankan ke Polres Pelalawan guna pengusutan lebih lanjut " terang AKBP Guntur.

Dari tangan pelaku ini terang AKBP Guntur, petugas menyita Barang Bukti (BB) berupa uang tunai senilai Rp .6.800.00, dan satu unit kunci alat berat.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait