Dugaan Korupsi Rp.39 M di PT Inhutani IV Tak Kunjung Diusut, Aktivis Geruduk Kejati Riau

Dugaan Korupsi Rp.39 M di PT Inhutani IV Tak Kunjung Diusut, Aktivis Geruduk Kejati Riau

AMBR menyerahkan tuntutannya kepada pihak Kejati Riau terkait PT Inhutani IV dugaan korupsi Rp.39 Milyar, Jumat, (22/7/2022)

BUKAMATA.CO, PEKANBARU - Massa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Bersatu Riau (AMBR) kembali melakukan demonstrasi di halaman kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, pada Jumat (22/7/2022) kemarin.

Dalam aksi demonstrasi itu Ahmad Hidayat, Ketua AMBR mengatakan bahwa pihaknya sudah kali kedua mendatangi Kejati Riau untuk mendesak agar lembaga rasuah tersebut segera mengusut dugaan korupsi yakni penggelembungan proyek program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) tahun 2019-2021 dengan total anggaran Rp. 39 Milyar bersumber dari APBN.

Diterangkan Ahmad Hidayat, nilai proyek sejumlah Rp.39 Milyar itu untuk mengerjakan RHL seluas 4.863 Hektar di Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Mark Up Program RHL di PT Inhutani IV, Kejati Riau Didesak Usut Tuntas 

"Untuk itu kami juga meminta Kejati Riau untuk memanggil  pihak PT Inhutani IV yang menangani program tersebut dan BPDASHL sebagai PPK pada proyek RHL sebab kami duga telah terjadi kongkalikong antara PT Inhutani IV dengan BPDASHL Indragiri Rokan " kata dia dalam aksi tersebut.

Sementara itu,Rizki Kordiantor Lapangan (Korlap) aksi tersebut  mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya sudah menyampaikan dugaan korupsi di BUMN milik negara tersebut, ke ruangan PTSP Kejati Riau, namun kata dia karena belum ada tindak lanjut dan tanggapan pihak Kejati sehingga  AMBR kembali turun aksi.

"Kami mendesak dugaan kuat Mark up ini diproses secara hukum dan kita berharap agar Kejati Riau tidak bermain mata dengan PT Inhutani IV " tegas dia.

Dalam aksi itu massa AMBR di terima Victorwood A perwakilan dari Kejati Riau. Victor berjanji akan menyampaikan tuntutan massa AMBR ke pimpinannya di Kejati Riau.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait