Iwan Bule Harus Bertanggungjawab, Ada Bandar Judi Online di Kompetisi Sepakblola Indonesia

Iwan Bule Harus Bertanggungjawab, Ada Bandar Judi Online di Kompetisi Sepakblola Indonesia

Salah satu situs Rumah Judi Online asal Filipina SBOTOP terpajang di jersey tim sepakbola masyarakat Kabupaten Bogor (Foto bogorsenja.com)

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Sugeng Teguh Santoso, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kabareskrim Komjen Agus Andrianto serius menindak dan memproses rumah judi yang mensponsori klub sepak bola Indonesia. Termasuk pemasangan situs judi online dan iklan judi di jersey klub.

Karena kata Sugeng, penindakan ini, sesuai dengan tekad kepolisian yang saat ini, sedang memberantas perjudian di Indonesia. Lantaran, Kabareskrim telah mengeluarkan surat telegram bernomor ST/2122/X/RES.1.24./2021. Perintahnya tegas: "kepada seluruh Kapolda untuk memberantas perjudian apapun bentuknya perjudian.”

Surat Telegram Kabareskrim Polri ini kata Sugeng, merupakan tindak lanjut dari 
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk  menindak tegas dan menangkap perjudian apapun bentuknya.

Dengan adanya perintah tersebut kata dia lagi, semestinya kalau ada kegiatan yang berbau judi, tidak boleh dibiarkan. Harus ditindak tegas dan diproses oleh kepolisian. 

"Tidak terkecuali, yang terjadi di lingkungan sepakbola Indonesia, dimana beberapa klub telah memasang logo dari rumah judi atau yang berbau judi di kostum klubnya " ujarnya kepada bukamata.co, Selasa, 2 Juli, 2022 melalui keterangan persnya.

Sugeng mengungkapkan hal itu terjadi dimana ada nama situs judi online dengan sengaja memasangnya di adboard lapangan sepakbola. 

Hal itu terjadi di Stadion Pakansari Bogor, saat tuan rumah Persikabo Bogor 1973 menjamu Persebaya pada Minggu, 25 Juli 2022 dan saat Dewa United melawan Persikabo Bogor, Minggu (31 Juli 2022).

Pada pertandingan tersebut ungkap Sugeng, Persikabo memakai jersey bertuliskan "SBOTOP". Demikian juga tulisan "SBOTOP" ada di adboard pinggir lapangan.

SBOTOP ini kata Sugeng merupakan situs judi yang mengklaim terpercaya, termurah, dan tercepat. Terpercaya untuk melayani pelanggan saat bertaruh di Sbobets. Termurah karena layanan deposit Sbobets termurah yang hanya dengan Rp 10.000 dapat bermain judi online. Tercepat bagi agen judi online dalam bertransaksi.

Bahkan kata Sugeng, Jersey Persikabo dan adboard di Stadion Pakansari tersebut, secara terang benderang disorot oleh stasiun televisi yang menyiarkan langsung pertandingannya. "Sehingga dengan adanya iklan SBOTOP tersebut, perjudian akan semakin masif dan berkembang di Indonesia " ujar dia.

Sugeng juga mengatakan tidak hanya Persikabo saja yang memakai logo situs judi. PSIS juga memakainya. Klub asal Semarang itu kata dia memakai jersey tulisan "skor88.news" untuk latihan dan bahkan menjadi sponsor resminya. 

Kendati situs itu sebagai situs olahraga, namun tampilannya sama dengan situs judi "skor88". Sebab logo dan font huruf yang dipakai dalam skor88 sama persis antara "skor88. news".

"Sehingga kepolisian harus menelusuri situs "skor88.news" yang menjadi sponsor PSIS Semarang tersebut " ujarnya.

Dalam pemberantasan perjudian, terutama judi online ini diungkapkan Sugeng, Polda Lampung telah berhasil menangkap pengelola situs judi online yang menggunakan modus beriklan dengan influencer di Instagram.

Sugeng menerangkan sebanyak 27 pelaku judi online ditangkap, terdiri dari dua orang selebgram dan 25 orang admin marketing situs perjudian Jitu189, Mawar189, dan Vivamaster189.

"Oleh sebab itu, IPW meminta kepada Kabareskrim Komjen Agus Andrianto untuk bertindak tegas dan tidak diskriminatif, memproses tindak pidana yang melegalkan judi di Indonesia " kata dia.

"Pihak kepolisian berkewajiban meminta pertanggungjawaban dari Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Direktur PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) Ahmad Hadian Lukita sebagai penyelenggara kompetisi liga Indonesia dan pemilik klub Persikabo Bogor 1973, dan pemilik klub PSIS Semarang " tegas dia. 

Sebab lanjut dia, judi masih dikategorikan sebagai penyakit masyarakat dan dilarang oleh perundang-undangan. Sehingga ujarnya lagi, kalau PSSI mau melegalkan melalui kampanye iklan dan bahkan dipasang di kostum klub, haruslah merevisi aturannya terlebih dulu.

"Oleh karenanya, pihak kepolisian selaku penegak hukum sepatutnya tidak membiarkan pelanggaran hukum dilakukan oleh sekelompok orang dan terjadi di depan mata masyarakat luas. Saatnya, Bareskrim Polri menindak tegas dan menangkap para pelaku bentuk-bentuk perjudian sesuai Polri yang Presisi " tutup Sugeng. 

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait