Usai Dijemput dan Diperiksa, SD Alias Apeng Bos PT Duta Palma Grup Dijebloskan ke Penjara Salemba

Usai Dijemput dan Diperiksa, SD Alias Apeng Bos PT Duta Palma Grup Dijebloskan ke Penjara Salemba

Surya Darmadi alias Apeng buronan usai diperiksa Tim Penyidik Dijebloskan di Rutan Salemba Senin, (15/8/2022) (Foto Humas Kejagung)

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Surya Darmadi alias Apeng bos PT Duta Palma Group yang beroperasi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta.

Apeng ini pada, Senin, 15, Agustus, 2022, dijemput Tim Gabungan Kejaksaan RI di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dia adalah Tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh PT. Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Ketut Sumedana, Kapuspen Kejagung RI, menerangkan bahwa penjemputan terhadap Apeng atau Surya Darmadi ini dilakukan karena adanya komunikasi antara Tim Penyidik Kejaksaan Agung dengan Tim Penasihat Hukum Tersangka SD yang akan hadir di Kejaksaan Agung untuk memenuhi panggilan Tim Penyidik sehingga dapat menggunakan hak pembelaan atas dirinya. "Dan komunikasi telah dilakukan semenjak 2 minggu lalu " terang Ketut dalam keterangan persnya, Senin, 15, Agustus, 2022. 

Diterangkan Ketut, penjemputan ini dilakukan karena Tersangka SD sebelumnya tidak memenuhi panggilan Tim Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus yang disampaikan secara patut sebanyak 3 kali.

Bahkan terang Ketut lagi, Tim Penyidik juga telah mengumumkan Surat Pemanggilan kepada yang bersangkutan melalui surat kabar harian nasional.

Ketut menerangkan, Tim Penyidik Kejaksaan Agung sampai saat ini telah melakukan penyitaan terhadap sebagian besar aset PT Duta Palma Group dan milik Tersangka SD.

"Dan sampai saat ini masih dilakukan pelacakan terhadap aset-aset milik yang bersangkutan (Apeng.red), serta dilakukan juga tindakan berupa pemblokiran atas rekening milik PT Duta Palma Group dan Tersangka SD " beber Ketut.

Baca Juga : Kasus PT Duta Palma di Inhu, 4 Orang Diperiksa Kejagung Berikut Nama dan Jabatannya  

Ketut juga menjelaskan soal penjemputan Surya Darmadi alias Apeng ini, bahwa Kuasa
 Hukum bos PT Duta Palma Group itu sebelumnya menyampaikan Surat Permohonan terhadap Jaksa Agung, serta Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus), serta Direktur Penyidikan pada Jampidsus untuk mencabut cegah dan tangkal (cekal) terhadap Tersangka SD.

Hal itu kata Ketut, bertujuan agar kliennya dapat memenuhi panggilan pemeriksaan di Kejaksaan Agung sehingga tidak kehilangan hak hukumnya.

Dimana sebelumnya, terang Ketut, Kejaksaan belum pernah mengajukan penangkalan terhadap Tersangka SD untuk masuk ke Indonesia. Akan tetapi, Kejaksaan dalam hal ini Jampidsus  telah mengajukan pencegahan terhadap Tersangka SD untuk keluar dari Indonesia.

Apeng ini ujar Ketut, dijemput Tim Penyidik Kejaksaan Agung di Bandara Internasional Soekarno-Hatta didampingi oleh Tim Penasihat Hukum nya.

Dimana Tersangka Surya Darmadi (SD) berangkat dari Taiwan pukul 09:36 waktu setempat dan tiba di Indonesia pukul 13:13 WIB dengan menggunakan maskapai penerbangan China Airlines CI761.

Setelah tiba di Kejaksaan Agung, jelas Ketut, SD dilakukan pemeriksaan kesehatan dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap statusnya yang disandangnya sebagai Tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh PT. Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, kepada Tersangka SD dilakukan penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Prin-36/F.2/Fd.2/08/2022 tanggal 15 Agustus 2022 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari terhitung sejak 15 Agustus 2022 hingga 03 September 2022 " tukas Ketut.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait